PT Best Profit Futures Surabaya

RI Putuskan Gabung Jadi Anggota Bank Infrastruktur Asia

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Pemerintah memutuskan bahwa Indonesia akan bergabung dalam Bank Infrastruktur Asia atau Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Lembaga ini akan menjadi alternatif sumber pinjaman untuk pembangunan infrastruktur.

“Indonesia akan ikut. Menteri Keuangan akan berangkat ke Tiongkok mewakili presiden awal bulan depan,” ungkap Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (BEST PROFIT FUTURES).

Bergabung ke AIIB, lanjut Sofyan, memiliki keuntungan tersendiri. Indonesia akan memiliki alternatif sumber pembiayaan infrastruktur melalui pinjaman.

“Jadi tidak cuma Bank Dunia, ADB (Asian Development Bank), dan sebagainya. Kita akan punya sumber pendanaan infrastruktur di luar yang sudah ada,” tutur Sofyan.

Mengutip Reuters, modal awal pendirian AIIB mencapai US$ 50 miliar atau lebih dari Rp 600 triliun. Sekitar separuh kebutuhan itu akan disediakan oleh Tiongkok dan sisanya patungan negara-negara lain. (BEST PROFIT FUTURES).

“Indonesia sendiri belum menentukan berapa akan menyetor modal. Kita akan melihat dulu porsi perhitungan semua negara,” kata Sofyan.

Soal potensi dana yang bisa didapatkan Indonesia dari AIIB, Sofyan juga belum bisa memberikan jawaban pasti. Menurutnya, dana yang bisa dipinjam Indonesia tergantung dari sejumlah faktor.

“Tidak mungkin semua (100% setoran modal). Tergantung infrastruktur yang akan kita bangun, proses pembangunannya seperti apa, dan sebagainya,” sebut Sofyan. (BEST PROFIT FUTURES).

Pendirian AIIB merupakan inisiatif Tiongkok. Pembentukan bank ini sempat dipandang sebagai perlawanan terhadap dominasi sumber-sumber pembiayaan dari barat dan ADB.

Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring para investor menimbang prospek kenaikan suku bunga AS dan menunggu laporan laba perusahaan di dalam negeri.

Indeks Topix sedikit berubah ke level 1,352.64 pada istirahat perdagangan di Tokyo, menghapus kerugian sebelumnya sebanyak 0,4 %. Indeks Nikkei 225 memperoleh gain 0,1 % ke level 16.924. Yen menguat terhadap dolar setelah bergerak lebih tinggi pada hari Senin karena Indeks Empire State, yang melacak produsen di New York, secara tiba-tiba menyusut, sementara Wakil Ketua Fed Stanley Fischer menguraikan faktor-faktor yang menekan pertumbuhan dan kenaikan suku bunga. Tanda-tanda saat ini menunjukkan perekonomian AS yang lebih kuat telah meningkatkan spekulasi untuk kenaikan biaya pinjaman AS dalam waktu dekat, mendorong penurunan selama tiga minggu pada yen.

Saham real estate melonjak untuk memimpin kenaikan di antara 33 kelompok industri di Indeks Topix, sedangkan sektor pertambangan di Topix turun 1,4 % mengirim harga minyak mentah lebih rendah. Saham Inpex Corp jatuh 1,5 % dan saham Japan Petroleum Exploration Co merosot 1 %. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://finance.detik.com/