PT Best Profit Futures Surabaya

RI Negara Maritim, Ekspor Ikan Hias Masih Kalah dari Singapura

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Urusan ekspor atau jualan ikan hias, laut maupun tawar, Indonesia tertinggal daripada Singapura. Padahal RI merupakan negara maritim yang kaya sumber daya perikanan air laut dan tawar.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Maritim Indroyono Soesilo di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (BEST PROFIT FUTURES).

“Eksportir ikan hias terbesar itu Singapura. Singapura lebih besar dari Indonesia soal ekspor,” kata Indroyono.

Indroyono menyebut potensi besar ekspor ikan hias air tawar dan air laut dari Indonesia mencapai US$ 1,5 miliar namun potensi tersebut

belum optimal karena beberapa sebab. Salah satunya ialah adanya ketentuan ekspor ikan hias harus memakai maskapai tertentu.

“Kenapa kalah dengan Singapura? Karena ada aturan, kita bisa ekspor harus pakai Garuda Indonesia pakai maskapai lain nggak bisa,” jelasnya.

Hal ini menurutnya pasti akan dituntaskan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Selain itu, Indroyono juga punya konsep untuk menggairahkan bisnis ikan hias di dalam negeri.

Ia mendorong Kementerian Pariwisata untuk membuat aturan agar hotel-hotel di

Indonesia menyediakan akurium atau kolam ikan hias, air tawar maupun air laut. (BEST PROFIT FUTURES).

Tidak hanya itu, ia meminta kepada Kementerian Perhubungan agar mendorong bandara,

pelabuhan, terminal hingga stasiun agar memerkan produk ikan hias Indonesia.

“Sekarang pertanyaan saya, budidaya ikan hias hidup. Artinya budidaya hidup. Ekspor tinggi karena market dalam negeri hidup. Di sini juga ciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Gagal mempertahankan penguatannya setelah data yang lebih lemah dari perkiraan untuk laporan nonfarm payrolls AS, emas berjangka sekarang jatuh sampai ke level key support jangka panjang.

Kebanyakan analis mencermati level $ 1.250 seiring level itu merupakan level support kunci untuk reli 2016; Namun emas justru kokoh di bawah level tersebut,

dimana logam kuning ini terakhir diperdagangkan di level $ 1,249.80 per ounce, turun 0,25% pada hari Jumat.

Analis mengatakan bahwa ada potensi emas jatuh ke level kunci lainnya yang pada akhirnya bisa menandakan akhir untuk uptrend logam mulia ini.

Tekanan jual terbaru telah mendorong logam kuning turun hampir 6% sejak awal pekan ini. (BEST PROFIT FUTURES).

“Emas masih berusaha menemukan titik bawah teknis dan menjadi sangat sulit untuk menebak di mana harga akan menetap,” kata Bill Baruch, analis pasar senior di iiTrader.

Dia mencatat bahwa laporan payrolls AS tidak memberikan emas banyak dukungan karena angka tersebut masih cukup baik bagi Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember.

Dalam sebuah wawancara di CNBC, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menggambarkan

laporan kerja sebagai angka yang “solid” meskipun angka yang dirilis lebih lemah dari yang diharapkan.

Jessica Fung, analis senior di pasar BMO Capital juga sepakat bahwa emas memiliki peluang untuk penurunan lebih jauh dalam jangka

pendek dan dalam beberapa bulan ke depan seiring pasar mulai melihat

adanya kenaikan dalam suku bunga, yang akan memberikan lebih banyak dukungan untuk dolar AS.

Fung menambahkan bahwa sebagian besar penjualan merupakan hal teknis seiring penurunan menyebabkan perdagangan stop-loss

dimulai sehingga tidak ada hal yang bisa diberitahukan untuk sejauh mana harga akan jatuh dalam waktu dekat.

Meskipun emas terus menyerahkan kenaikannya sejak awal tahun ini beberapa analis masih memiliki harapan bahwa pasar dapat bangkit kembali.

Dalam sebuah wawancara awal pekan ini, Ole Hansen mengatakan

bahwa emas tetap di berada uptrend-nya selama harga dapat terus bertahan di level $ 1200.

Adam Button, analis senior di Forexlive.com mengatakan bahwa pedagang harus menunggu sampai hari ini.

Dia mencatat bahwa penurunan harga emas selama seminggu lalu berkaitan dengan ditutupnya pasar Cina. (BEST PROFIT FUTURES).

“Jumat lalu jelas tidak ada selera untuk pembelian emas namun investor mungkin memiliki kesempatan kedua dan kami harus

menunggu untuk melihat apakah ada permintaan yang kuat hari ini ketika pasar Cina dibuka kembali,” katanya.

Button juga sepakat bahwa meskipun emas telah kehilangan pijakan yang signifikan minggu lalu, dia tidak akan mengharapkan untuk melakukan short selling sampai level terendah Juni di sekitar level $ 1,220 terlewati. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://finance.detik.com/