RI Mau Bikin Pabrik Vaksin Bareng China, Beneran Nih? | lt 11 Graha Bukopin

News

A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)

Jakarta – Indonesia bakal produksi vaksin mulai tahun depan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pabrik vaksin sedang dibangun di Indonesia.

Dia mengatakan di bulan April 2022 akan ada produksi vaksin jenis mRNA yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia berkolaborasi dengan perusahaan China. Namun, Luhut tak menyebutkan perusahaan apa saja.

“Industri vaksin sudah kita dorong dan dibangun di Indonesia. Akan ada satu produksi di bulan April (2022), kerja sama, mRNA, itu kerja sama dengan Indonesia dan Tiongkok,” papar Luhut dalam Rakerkornas Apindo, Selasa (24/8/2021).

detikcom mencoba mencari tahu soal detail rencana pabrik vaksin yang diungkapkan Luhut, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban. Pihak Kemenkomarves belum menjawab pertanyaan detikcom soal rincian proyek pabrik vaksin yang disebut Luhut.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan justru mengaku belum mengetahui akan ada pabrik vaksin yang akan dibangun di Indonesia seperti yang dikatakan Luhut. “Kami belum terinfo ya,” ucap Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi singkat saat dikonfirmasi detikcom.

Secara kilas balik, Indonesia dan China memang pernah sepakat untuk mengembangkan vaksin. Dalam catatan detikcom, Juni lalu, Luhut sempat menemui Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Sabtu 5 Juni 2021 silam dalam kunjungan kerjanya ke negeri tirai bambu.

Beberapa perjanjian kerja sama berhasil diteken Luhut dan Wang Yi dalam MoU Establishing a High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM). Dalam perjanjian tersebut, Luhut dan Menlu China bertindak sebagai Co-Chair HDCM.

Pada keterangan pers di website resmi Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat China, fmprc.gov.cn, setidaknya ada 5 hal yang jadi kesepakatan antara Indonesia dan China dalam perjanjian itu, salah satunya pengembangan vaksin.

Disebutkan dalam perjanjian itu Indonesia dan China sepakat memperdalam kerja sama vaksin dan perawatan kesehatan COVID-19. China akan memperdalam kerja sama di seluruh rantai industri vaksin dengan Indonesia.

Mulai dari penelitian dan pengembangan, produksi dan distribusi, hingga membantu Indonesia membangun pusat produksi vaksin regional.

“Kedua belah pihak sepakat untuk mendukung pembebasan hak kekayaan intelektual untuk vaksin COVID-19 dan menganjurkan aksesibilitas serta keterjangkauan vaksin yang lebih besar,” tulis keterangan Kemenlu China.

Kedua negara juga akan saling mendukung warga negara masing-masing untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dan terus meningkatkan kerja sama di bidang pengobatan tradisional, penelitian dan pengembangan obat, industri farmasi, dan bidang kesehatan lainnya.

Lalu apa kabar Vaksin Merah Putih?
PT BESTPROFIT FUTURES

Selain vaksin yang diproduksi oleh pabrik kerja sama China, Luhut mengatakan pada Mei-Juni tahun depan, vaksin Merah Putih yang dikembangkan sejak tahun lalu oleh peneliti di Indonesia juga sudah mulai diproduksi.

“Merah Putih lagi jalan juga, produksi pada Mei atau Juni tahun depan,” ungkap Luhut.

Kabar terakhir, vaksin Merah Putih masih melakukan uji klinis. Ketua peneliti vaksin Merah Putih Prof Dr Fedik Abdul R dari Universitas Airlangga menyampaikan vaksin Merah Putih berteknologi inactivated vaccine yang bekerja sama dengan PT Biotis menunjukkan hasil uji klinis menjanjikan BEST PROFIT

Vaksin COVID-19 inactivated Unair dan PT Biotis saat ini sudah melakukan pre uji klinis satu dan kedua pada hewan.

“(Uji preklinis) satu, hasilnya baik dari sisi imunogenisitas, termasuk juga toxicity di dalamnya, dan juga pendekatan respons imunnya tidak hanya humoral tetapi juga seluler dan menghasilkan suatu hasil yang menjanjikan,” ungkap dia dalam konferensi pers daring BPOM Rabu (18/8/2021).

Hal tersebut yang kemudian menjadi dasar vaksin Merah Putih inactivated vaccine dilanjutkan ke uji pre klinik tahap kedua. Penelitian tersebut sedang berjalan, tetapi hasilnya belum bisa dirilis secara keseluruhan PT BESTPROFIT

Adapun vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan rampung dan siap diproduksi pada semester awal tahun 2022. BPOM sendiri sudah resmi memberikan sertifikat cara pembuatan obat yang baik untuk vaksin Merah Putih BESTPROFIT

 

sumber detik

1 thought on “RI Mau Bikin Pabrik Vaksin Bareng China, Beneran Nih? | lt 11 Graha Bukopin

Comments are closed.