PT Best Profit Futures Surabaya

RI Harus Belajar Tegakkan Aturan Investasi

BEST PROFIT FUTURES SURABYA – Indonesia dinilai perlu belajar untuk menegakkan aturan terkait kegiatan investasi. Sebab, saat ini banyak pihak berminat melakukan investasi di Indonesia.

“Kita ini salah satu negara yang menjadi minat investasi. Kita perlu belajar kenapa sekian persen tidak merealisasikan aturan, kenapa alasannya,”

kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani saat ditemui di kantornya, Jakarta, Minggu (BEST PROFIT FUTURES).

Penegakan peraturan ini terkait dengan banyaknya perusahaan pemegang izin prinsip yang belum memberikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Antara 2007-2012 dikatakan sebanyak 15.528 pemegang izin tersebut belum menyampaikan LKPM. (BEST PROFIT FUTURES).

“Ini harus direview dan ke depannya seperti apa. Kita akan kaji apakah perusahaannya itu tidak merealisasikan karna hambatan daerah atau pusat. Atau secara finansial mereka mengubah rencana,” tambah dia.

Franky mengatakan bahwa BKPM akan melakukan monitoring dengan BKPM di daerah untuk pemeriksaan di daerah. Setelah dilakukan pemeriksaan lapangan jika perusahaan terbukti tidak melaporkan akan ada berita acara pemeriksaan lanjutan. (BEST PROFIT FUTURES).

“Di situ kita baru tahu apakah ada penyalahgunaan yang merugikan negara atau dalam arti izin prinsip bodong,” kata dia.

Sehingga, pihak BKPM mengaku akan bertindak tegas untuk perusahaan yang tidak tertib tersebut. Bahkan, izin prinsip perusahaan bisa dicabut jika jelas-jelas sengaja tidak membuat LKPM.

Saham AS turun pada Jumat ini, memperpanjang penurunan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir, karena data pekerjaan menunjukkan pertumbuhan yang stabil di pasar tenaga kerja mengirim Federal Reserve berada di jalur untuk kenaikan suku bunga tahun ini. (BEST PROFIT FUTURES).

Produsen material memimpin penurunan pada hari Jumat, seiring emas dan perak ditutup untuk minggu terburuk sejak setidaknya November. saham industri jatuh setelah Honeywell International Inc mengalami anjlok terbesar sejak 2011 setelah target laba tidak sesuai dengan harapan. Saham Tyson Foods Inc melemah setelah seorang analis menurunkan peringkat saham sementara mengutip “meningkatkan keyakinan” terhadap gugatan class action.

Indeks S & P 500 turun 0,3 % ke level 2,153.73 pada pukul 16:00 sore waktu New York, mendorong penurunan pekan ini menjadi 0,7 %. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 31,26 poin atau 0,2 %, ke level 18,239.74. Pelemahan menjadi 0,4 % selama pekan ini. Ekuitas pangkas kerugian dalam perdagangan sore karena investor berspekulasi bahwa pertumbuhan tidak cukup kuat untuk menjamin peningkatan laju pengetatan. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com