PT Best Profit Futures Surabaya

Remaja Cewek Lebih Jago Buat Game

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Remaja laki-laki sering mendapat stereotipe sebagai pemain game komputer yang baik. Tetapi, riset terbaru menunjukkan

bahwa remaja perempuan bisa jadi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membuat game komputer.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Sussex memperlihatkan, para remaja perempuan membuat game komputer yang lebih canggih dan menggunakan fitur yang lebih banyak

ketimbang game komputer yang dibuat oleh remaja laki-laki. Meski demikian, para peneliti ini juga memberi perhatian kepada masih sedikitnya jumlah perempuan di bidang ini.

Di Inggris saja, jumlahnya hanya 17 persen dari total sarjana ilmu komputer. (BEST PROFIT FUTURES)

Para peneliti percaya, meski dianugerahi kemampuan lebih baik sebagai programmer, banyak remaja perempuan melihat profesi ini milik orang-orang aneh dan kutu buku seperti yang ditampilkan di film dan televisi.

Dr Judith Good, dari Fakultas Teknik dan Informatika di University of Sussex,

mengatakan, mungkin ada cara untuk memotivasi remaja perempuan untuk ambil bagian dalam bidang ini.

Menurut Judith, melihat kemampuan literasi anak perempuan yang lebih tinggi dari anak laki-laki di semua tingkatan sekolah,

mungkin diperlukan program yang aktivitasnya cenderung meningkatkan kemampuan programming anak-anak perempuan itu.

“Dengan kata lain, jika cerita yang dibuat anak perempuan biasanya lebih kompleks dan dikembangkan dengan baik, maka ketika membuatnya menjadi sebuah game,

cerita mereka juga membutuhkan program yang lebih canggih agar game mereka dapat berjalan dengan baik,” tutur Judith, seperti dilansir Daily Mail, Senin (22/12/2014). (BEST PROFIT FUTURES)

Dalam riset yang akan dipublikasikan di jurnal Computers & Education tersebut, pelajar usia 12-13 tahun menghabiskan delapan minggu membuat game permainan peran tiga dimensi mereka.

Game ini dibuat dalam kode komputer (script) sederhana yang mendeskripsikan apa yang akan terjadi jika sebuah situasi tertentu muncul.

Para peneliti membuat bahasa pemprograman baru yang dinamai Flip. Ia memungkinkan penggunanya membuat script dengan menghubungkan balok-balok grafis.

Berbagai peristiwa digunakan para pelajar ini untuk mendorong (trigger) script mereka, misalnya ketika satu karakter terbunuh dalam game.

Remaja perempuan cenderung menggunakan tujuh trigger, hampir dua kali lebih

banyak dari yang digunakan remaja laki-laki. Para remaja perempuan juga lebih mampu membuat script yang kompleks. (BEST PROFIT FUTURES)

Sedangkan remaja laki-laki cenderung memilih menggunakan trigger pada script

mereka ketika sebuah karakter berbicara, dan ini adalah trigger pertama dan paling mudah dipelajari. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://news.okezone.com