PT Best Profit Futures Surabaya

Puasa Impor Beras Dimulai

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Wakil Kepala Kepolisian Indonesia Komisaris Jenderal Badrodin Haiti dan Jaksa Agung H M.

Prasetyo pada awal pekan lalu menyempatkan diri datang ke kantor Wakil Presiden. Dua hamba hukum berpangkat tinggi itu tidak datang untuk mengurusi para kriminal,

bramacorah, atau koruptor, melainkan urusan swasembada pangan. (BEST PROFIT FUTURES)

Ya, benar, urusan swasembada. Pemerintah menargetkan tak akan mengimpor beras pada 2015 dan produksi gabah akan dipacu setinggi mungkin.

Mereka diundang agar kebijakan pemerintah mempercepat proses produksi pangan tidak malah berujung pada sangkaan korupsi.

Percepatan proses itu adalah pengadaan bibit dan pupuk serta perbaikan irigasi tanpa tender. “Pertanian harus tepat waktu. Telat seminggu habis sudah, enggak bisa lagi,” kata Jusuf Kalla dalam majalah detik edisi 161. (BEST PROFIT FUTURES)

Maka, para petinggi lembaga hukum itu ada di sana untuk menandatangani nota kesepahaman dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla,

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono.

Kebijakan tanpa tender untuk pengadaan benih padi, jagung, tebu, dan kedelai itu menjadi bagian dari roadmap swasembada pangan, yang digelar untuk jangka waktu 2-3 tahun mendatang. (BEST PROFIT FUTURES)

Dalam roadmap ini, untuk urusan beras, misalnya, pemerintah memasang target tidak akan impor mulai 2015.

Pemerintah hanya akan membuka impor untuk beras premium bagi kebutuhan hotel, restoran, dan kafe, seperti jenis basmati, Thai homali, atau beras Jepang.(BEST PROFIT FUTURES)

Bursa saham Jepang naik ke level tertinggi dalam empat bulan, karena minyak melonjak dan Hillary Clinton tampaknya memperketat cengkeramannya pada pemilihan presiden AS bulan November mendatang.

Indeks Topix naik 0,7% ke 1,360.32 ke level tertinggi sejak Juni pada istirahat perdagangan di Tokyo, dipimpin oleh penjelajah dan produsen energi.

Saham-saham kembali diperdagangkan setelah liburan di Jepang pada hari Senin,

ketika ekuitas global menguat dan setelah debat kedua presiden AS menambahkan ke spekulasi bahwa Clinton akan menang atas Donald Trump.

Minyak menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun setelah dua produsen terbesar minyak mentah di dunia, Arab Saudi dan Rusia,

mengatakan mereka siap bekerja sama untuk membatasi produksi. Yen diperdagangkan di level 103,99 per dolar, melemah untuk hari kedua.(BEST PROFIT FUTURES)

Rusia bersedia untuk bergabung dengan upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk menstabilkan pasar, membutuhkan baik pembekuan atau pemotongan untuk tingkat produksi saat ini,

kata Presiden Vladimir Putin, pada hari Senin. Banyak produsen di luar kelompok telah menyatakan kesediaan

untuk bekerja sama terkait pembatasan produksi, kata Menteri Energi dan Industri Arab Saudi Khalid Al-Falih,

menambahkan bahwa ia “optimis” akan ada kesepakatan yang bisa mengangkat harga minyak setinggi

$ 60 per barel pada akhir tahun.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://news.detik.com