PT Best Profit Futures Surabaya

PT Semen Tonasa Buka Pabrik di Sorong Papua

Best Profit Futures – Mahalnya harga semen di Indonesia timur terutama Papua hingga mencapai harga Rp 1,6 juta per sak membuat manajemen

PT Semen Tonasa anak perusahan Semen Indonesia berencana membangun pabrik semen di Sorong.

Menurut A Unggul Attas, Dirut PT Semen Tonasa, sebelumnya di Sorong sudah ada packing plant yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan semen di Papua,

namun mahalnya biaya pengiriman dan distribusi semen ke pelosok Papua tak banyak menurunkan harga semen di Papua. (Best Profit Futures)

“Mahalnya harga semen disebabkan semua harus dikirim dengan pesawat. Kalaupun bisa dikirim lewat jalur laut, tak ada kapal yang mau mengangkutnya.

Sebab, kinerja Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang belum efesien dan dari Papua muatan kapalnya pun kosong karena hasil bumi yang dibawa masih minim akibatnya biaya distribusi menjadi sangat mahal,” akunya.

Demi memotong jalur distribusi yang penuh kendala ini, PT Semen Tonasa berencana akan membangun pabrik baru pada tahun 2016 mendatang. Diprediksi investasi sekitar Rp 3 Triliun.

“Kami juga akan membagun pelabuhan private agar bisa menjangkau semua kawasan Papua. Meskipun permintaan di Papua masih kecil,  (Best Profit Futures)

tetapi dengan adanya MP3EI dan semen sudah tersedia cukup maka investasi di Papua pun bisa lebih maju,” akunya.

Saat ini bahan semen curah untuk dikirim ke packing plant di Sorong Papua,  langsung diproduksi di 4 pabrik semen Pangkep PT Semen Tonasa.

Dengan total produksi saat ini sekitar 5,98 juta ton dan ditargetkan hingga akhir 2014 mendatang mencapai 6,7 juta ton per tahun.

Emas berjangka menetap lebih rendah pada hari Senin karena dolar AS menyentuh 8 bulan tertinggi di tengah data yang menunjukkan

bahwa laju pertumbuhan antara produsen Amerika lebih baik dari yang diharapkan pada bulan Oktober.

Emas untuk pengiriman Desember turun $ 4, atau 0,3%, untuk menetap di $ 1,263.70 per ons. Penutupan terendah sejak 18 Oktober,

menurut data dari FactSet. Harga dihitung dari keuntungan sekitar 1% pada minggu lalu.

Sementara itu perak untuk pengiriman Desember menguat 11,1 sen, atau 0,6%, ke $ 17,604 per ons setelah mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan sempit sekitar 0,3%.

Indeks yang mengukur seberapa cepat produsen Amerika tumbuh mengalami rebound pada bulan Oktober dari tiga bulan terendah,

berpotensi mendapatkan kuartal keempat turun ke awal yang baik bagi perekonomian AS. IHS Markit mengatakan flash index naik ke angka 53,2 pada bulan lalu dari 51,5 pada bulan September.

Data tersebut membantu Indeks dolar AS ICE menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir,

dengan indeks tersebut naik 0,1% oleh settlement emas, berada di 98,794 setelah level tertingginya di 98,846.

Sumber dari http://beritajatim.com/