PT Best Profit Futures Surabaya

Protes Uji Coba Nuklir Pyongyang, Meksiko Usir Dubes Korut

PT BESTPROFIT
PT BESTPROFIT – PemerintahMeksiko, Kamis (8/9/2017) mengusir Duta Besar Korea Utara Duta Besar Kim Hyong Gil, sebagai bentuk protes atas uji coba nuklir Pyongyang.

Meksiko menilai, langkah rezim Kim Jong Un tersebut menimbulkan risiko serius untuk perdamaian.

Kim Hyong Gil yang mendapat status persona non grata diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan negara tersebut.

Informasi ini diungkapkan Kementerian Luar Negeri Meksiko, seperti dikutip kantor berita AFP.

Disebutkan, keputusan Pyongyang untuk melakukan uji coba nuklir pada hari Minggu lalu, adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. BESTPROFIT

“Kegiatan nuklir di Korea Utara merupakan risiko serius bagi perdamaian dan keamanan internasional.”

“Hal itu juga merupakan ancaman bagi wilayah ini, serta sekutu kunci Meksiko seperti Jepang dan Korea Selatan.”

Ledakan tersebut memicu kecaman global dan seruan dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, termasuk sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang lebih kuat terhadap Korea Utara. BEST PROFIT

Washington telah mempresentasikan sebuah rancangan resolusi PBB yang meminta embargo minyak ke Korea Utara.

Juga, usulan untuk membekukan aset Kim Jong-Un, larangan tekstil, dan mengakhiri pembayaran kepada pekerja tamu Korea Utara. BESTPROFIT FUTURES

Sedangkan AS Minta Aset Pribadi Kim Jong Un Dibekukan

Amerika Serikat ( AS) mengusulkan pembekuan aset pribadi pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un,

larangan pasokan minyak, dan serangkaian sanksi baru lain terhadap negara komunis di Semenanjung Korea itu.

Rancangan resolusi ini sudah diedarkan di antara anggota Dewan Keamanan PBB menyusul uji coba kenam nuklir Korut dan peluncuran rudal yang terus berulang.

China dan Rusia diperkirakan akan menentang sanksi-sanksi lanjutan tersebut. Pyongyang mengklaim telah mengembangkan bom hidrogen dan mengancam untuk menyerang AS.

PBB sudah menjatuhkan sanksi yang sangat ketat kepada Korut untuk memaksa negara itu menghentikan program senjata nuklir mereka.

Pada Agustus lalu, sanksi baru meliputi larangan ekspor batubara dari Korut, sudah membuat negara itu kehilangan 1 miliar dolla AS atau Rp 1,35 triliun – hampir sepertiga dari seluruh pendapatan ekspornya. Namun, beberapa jalur perdagangan tetap terbuka.

Rancangan proposal AS menyerukan larangan total atas berbagai produk minyak ke Korut dan larangan ekspor industri tekstil lainnya.

Rancangan resolusi tersebut juga meliputi usulan pembekuan aset Kim Jong Un dan pemerintah Korut, serta menerapkan larangan prjalanan terhadapnya dan pejabat senior lainnya.

AS diperkirakan akan menghadapi tantangan dari China dan Rusia, keduanya memasok minyak ke Korut dan memiliki hak veto di DK PBB.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengemukakan jumlah minyak yang diekspor negaranya ke Korut, sekitar 40.000 ton, adalah jumlah yang tidak berarti.

Dia mengatakan kepada kantor berita Perancis, AFP, sanksi lebih lanjut bukanlah jawabannya. “Ini tidak layak ditanggapi dengan emosi dan menyudutkan Korut,” katanya.

China adalah mitra dagang terbesar bagi Korut dan AS, dan mendukung sanksi terbaru terhadap Korut. Namun, China dan Rusia mendorong adanya sebuah solusi alternatif.

Sumber : Kompas