PT Best Profit Futures Surabaya

Prospek Kebijakan Empat Bank Sentral Dunia

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – PERGERAKAN nilai tukar sangat ditentukan oleh faktor fundamental ekonomi di megara-negara maju, termasuk kebijakan moneter bank sentralnya.

Sepanjang tahun lalu, bank-bank sentral dipaksa menerapkan strategi khusus guna menyelesaikan masalah domestik masing-masing. Ada yang berhasil, namun ada pula yang tidak.

Berikut ini dinamika kebijakan dari otoritas empat negara lokomotif ekonomi. Berikut adalah ringkasannya : (BEST PROFIT FUTURES )

1. Reserve Bank of Australia (RBA)

Dalam pertama terakhirnya, Gubernur Glenn Stevens dan koleganya di RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 2,50 persen. Pertimbangan utamanya adalah tren penurunan harga komoditas andalan Australia, bijih besi Stevens menegaskan bahwa fokus kebijakan bank sentral masih tertuju pada Stabilitas suku bunga.

Pernyataannya itu diyakini akan membuat nilai tukar Dollar Australia tetap lebih tinggi dibandingkan kinerja fundamental ekonominya. ”Kurs rendah mungkin lebih dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.(BEST PROFIT FUTURES )

Kombinasi antara prospek pemangkasan suku bunga dan nilai produk domestic bruto (GDP) Australia yang lebih rendah dibanding perkiraan (kuartal III 2014) akan menjaga Aussie tetap di kisaran rendah.

Dalam lima tahun terakhir, pelonggaran moneter melalui pemangkasaan suku bunga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan GDP, khususnya sejak akhir 2011. Konsekuensi dari pelemahan nilai tukar Aussie adalah kenaikan nilai ekspor dan tentu saja, angaka GDP nasionalnya. Namun untuk mengetahui realisasi pencapaian target GDP-nya dibutuhkan waktu yang lebih lama.

2. Bank Of Kanada (BOC)

Berbeda dengan sikap RBA, pernyataan Gubernur BOC jauh lebih optimis. Stephen S, Poloz mengisyaratkan adanya kenaikan suku bunga walaupun tidak dalam waktu dekat. Dia mengklaim bahwa pemulihan ekonomi negaranya menyentuh berbagai sektor dan sudah berkelanjutan.

Secara khusus, dia juga memberikan apresiasi kepada perekonomian Amerika Serikat yang turut berperan menopang ekspor Kanada, terlepas dari terjungkalnya harga minyak mentah. Selain itu, pengetatan likuiditas dapat dibenarkan karena inflasi tahunan Kanada berada di level 2,4 persen atau di atas target bank sentral (dua persen). Tidak heran jika berbagai factor tadi mampu membangkitkan Dollar Kanada pasca pertemuan terakhir OPEC.

3. Bank of England (BOE)

Pernyataan BOE biasanya tidak direspons berlebihan oleh Poundsterling karena perdagang forex lebih suka menunggu di menit-menit akhir jelang rilis pertemuan bank sentral. Tetapi patut dicatat bahwa dalam pertemuan terakhirnya, bank sentral Inggris mempertahankan suku bunga dan jumlah pembelian surat hutangnya tidak sebanyak perkiraan.(BEST PROFIT FUTURES )

Dalam pertemuan sebelumnya, beberapa orang di dewan kebijakan BOE menyatakan kekhawatiran tentang inflasi yang bersifat sementara. Isu-isu ini mungkin saja muncul lagi dalam beberapa agenda meeting yang akan datang.

4. European Central Bank (ECB)

Dari sekian banyak hasil laporan bank sentral, keputusan ECB adalah salah satu yang paling menarik untuk disimak. Trader forex berharap adanya pelonggaran moneter dovish dari Mario Draghi. Tetapi dalam kenyataannya, harapan itu urung terbukti karena bos ECB itu bersikukuh untuk menunggu efektivitas kebijakan moneternya sampai tahun depan.

Draghi tetap menjaga ekspektasi pelaku pasar dengan menyebut pihaknya masih harus melihat perkembangan beberapa data ekonomi sebelum menentukan kebijakan jangka panjang.

Nilai tukar EUR per USD bergerak turun lebih dari seratus pips dari posisi terendah di kisaran 1.2300 dan EUR per JPY melonjak ke level tertingginya dari level 148,58 selama berlangsungnya konferensi pers ECB. Jangan lupakan juga kalau ECB menegaskan untuk tidak mentoleransi gangguan pada stabilitas harga. Otoritas menunjukkannya kesiapannya untuk bertindak jika tekanan inflasi terus melemah.

Berdasarkan paparan di atas, bisa disimpulkan bahwa dua bank sentral yaitu ECB dan RBA memiliki sikap dovish dalam pengelolaan kebijakannya.(BEST PROFIT FUTURES )

Sementara dewan Gubernur BOC menunjukkan nada hawkish dan posisi BOE masih berada di tengah, bertindak dengan penuh kehati-hatian.

Sumber dari http://economy.okezone.com