PT Best Profit Futures Surabaya

Presiden Baru Harus Naikkan Harga BBM

Best Profit Futures – Pengelola masjid Masjid tua di Kota Semarang membagikan menu buka puasa secara gratis ke jamaah. Di masjid Agung Semarang yang usianya tak kalah tua membagikan air Zam-zam secara cuma-cuma selama Ramadhan.Beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang terlalu besar, menurut Menteri Perindustrian Mohamad Soleman Hidayat, harus segera diakhiri. Presiden yang terpilih nanti mesti mempunyai prioritas untuk mengurangi beban subsidi BBM.

Cara yang paling aman, kata Hidayat, adalah dengan mengurangi subdisi secara bertahap. “Mumpung masih menjadi presiden baru. Sebab, kalau tidak, ke depannya APBN akan berat. Apa pun program yang dibuat, akan menjadi berat dan tak bisa terlaksana,” ujar Hidayat.(Best Profit Futures)

Hidayat menuturkan nantinya program pengurangan subsidi BBM oleh pemerintahan baru terpilih harus mempunyai terobosan baru dalam menyalurkan subsidi tersebut. Dalam diskusinya dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie, Hidayat mengusulkan agar model pemberian subsidi itu basisnya bukan pada produk, melainkan warga yang berhak menerima subsidi BBM.

Untuk itu, kata Hidayat, Badan Pusat Statistik (BPS) nantinya yang akan menetapkan kriteria orang yang layak mendapatkan subsidi BBM itu. “BPS harus mampu menyediakan data yang akurat,” ujarnya.(Best Profit Futures)

Meski demikian, Hidayat mengaku belum memiliki cara tepat untuk menyalurkan subsidi BBM. “Itu yang harus didetailkan lagi. Tapi, intinya, basis pemberian subsidi harus pada pelaku, bukan pada barang atau produk,” tuturnya.

 . (Best Profit Futures)

industri jasa Amerika berkembang kurang dari yang diproyeksikan pada bulan Oktober, konsisten dengan pertumbuhan yang sedang pada sebagian besar perekonomian.

Indeks Institute for Supply Management™s non-manufacturing turun ke 54,8 dari 57,1 pada bulan sebelumnya atau yang terkuat dalam hampir setahun, menurut laporan kelompok yang berbasis di Tempe, Arizona, Kamis ini. Angka diatas 50 menandakan ekspansi. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyebutkan angka 56.

Perlambatan dalam pesanan dan tenaga kerja berkontribusi pada hasil yang lebih lemah bagi produsen jasa, yang menyumbang sekitar 90 persen dari perekonomian. Bersama-sama dengan survei pabrik ISM menunjukkan manufaktur berjuang untuk mendapatkan daya tariknya, angka tersebut menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih terukur pada kuartal keempat.

Perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg berkisar diantara 53,5-57,4. Perkiraan terbaru ini sejalan dengan rata-rata angka 54,5 untuk sembilan bulan pertama tahun ini.

Survei kelompok non-manufaktur ISM meliputi berbagai industri termasuk utilitas, ritel dan perawatan kesehatan, dan juga faktor-faktor dalam konstruksi dan pertanian.

Indeks pesanan baru jatuh ke 57,7 dari 60, sedangkan Indeks tenaga kerja menurun menjadi 53,1 dari 57,2.

Indeks aktivitas bisnis, yang sejajar dengan indeks produksi pabrik ISM, juga turun menjadi 57,7 dari bulan sebelumnya yang 60,3.

Dalam sebuah tanda bahwa inflasi meningkat, indeks kelompok dari harga yang dibayar naik ke 56,6, tertingginya sejak Agustus 2014, dari 54.

Sumber dari http://www.tempo.co