PT Best Profit Futures Surabaya

Premium Tak Bisa Dihapus Begitu Saja!

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Usulan Tim Reformasi Tata Kelola Migas untuk menghapus RON 88 (premium) dan diganti dengan RON 92 (pertamax) dinilai tidak akan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Pengamat energi Marwan Batubara berpendapat, jika kilang minyak di Indonesia dipaksakan untuk memproduksi RON 92 akan menghabiskan biaya mahal. (BEST PROFIT FUTURES)

“Soal siap itu siap, cuma biayanya bisa lebih tinggi, misalnya di Singapura biaya harganya 94 persen terhadap harga jual, nah di kilang kita bisa saja 104 atau 110 persen,

karena kilang kita banyak yang tua,” papar Marwan kepada Okezone, Rabu (31/12/2014).(BEST PROFIT FUTURES)

Dia mengatakan bahwa biaya tersebut bisa diturunkan dengan cara memodernisasi kilang minyak yang ada.

Namun sayangnya Marwan menyebutkan butuh waktu empat tahun untuk menunggu modernisasi kilang tua.

“Artinya buat apa RON 88 dihapus kalau kilang kita belum siap,” jelasnya.(BEST PROFIT FUTURES)

Bursa saham Jepang naik ke level tertinggi dalam empat bulan, karena minyak melonjak dan

Hillary Clinton tampaknya memperketat cengkeramannya pada pemilihan presiden AS bulan November mendatang.

Indeks Topix naik 0,7% ke 1,360.32 ke level tertinggi sejak Juni pada istirahat perdagangan di Tokyo,

dipimpin oleh penjelajah dan produsen energi.

Saham-saham kembali diperdagangkan setelah liburan di Jepang pada hari Senin,

ketika ekuitas global menguat dan setelah debat kedua presiden AS menambahkan ke spekulasi bahwa Clinton akan menang atas Donald Trump.

Minyak menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun setelah dua produsen terbesar minyak mentah di dunia, Arab Saudi dan Rusia,

mengatakan mereka siap bekerja sama untuk membatasi produksi. Yen diperdagangkan di level 103,99 per dolar, melemah untuk hari kedua.(BEST PROFIT FUTURES)

Rusia bersedia untuk bergabung dengan upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak

untuk menstabilkan pasar, membutuhkan baik pembekuan atau pemotongan untuk tingkat produksi saat ini,

kata Presiden Vladimir Putin, pada hari Senin. Banyak produsen di luar kelompok

telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama terkait pembatasan produksi,

kata Menteri Energi dan Industri Arab Saudi Khalid Al-Falih, menambahkan bahwa ia

“optimis” akan ada kesepakatan yang bisa mengangkat harga minyak setinggi $ 60 per barel pada akhir tahun.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com/