PT Best Profit Futures Surabaya

Potensi Pajak Barang Mewah Capai Rp1 T

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Potensi penerimaan pajak dari barang mewah dikatakan dapat mencapai hingga Rp1 triliun.

Seperti yang diketahui, pihak Kementerian Keuangan akan

melakukan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

“Potensi minimal Rp1 triliun dari PPnBM saja,” kata

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (BEST PROFIT FUTURES).

Menurutnya, akhir Januari paling tidak akan ada perbaikan mengenai PMK tersebut. Sehingga potensi pajaknya dapat segera dimaksimalkan.

Namun, Mardiasmo mengatakan nantinya akan ada perubahan PMK nomor 253 tahun 2008. Akan ada beberapa yang diperbaiki.

Sebelumnya, Guna mencapai penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp1.300 triliun,

pemerintah akan menerapkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk sepatu, tas, jam tangan hingga perhiasan.

Menurut Mardiasmo, selama ini barang seperti sepatu, tas, jam tangan hingga perhiasan belum dikenakan pajak barang mewah.

Untuk itu, pada tahun ini pemerintah akan mengenakannya.

Dia menambahkan, penetapan pajak barang mewah ini akan ditentukan berdasarkan harga dan per item.(BEST PROFIT FUTURES).

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden

Richmond Jeffrey Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi.

Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku bunga dan

laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September.

Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo, setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74, setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.

Sumber dari http://economy.okezone.com