PT Best Profit Futures Surabaya

Plus Minus Kenaikan BI Rate Versi Ekonom

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Bank Indonesia (BI) menetapkan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,75% dari sebelumnya 7,5%.

Langkah ini memberi konsekuensi positif maupun negatif bagi sektor jasa keuangan.

Senior Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengungkapkan sisi positif dan negatif dari kebijakan BI ini. “Kalau ditanya negatifnya,

dengan kenaikan ini BI seolah tidak sensitif dengan ketatnya likuiditas perbankan sebelum BI

Rate naik menjadi seperti saat ini,” tutur dia saat dihubungi detikFinance, Rabu (BEST PROFIT FUTURES).

Namun demikian, sambung dia, kenaikan ini memberi dampak jangka panjang yang sangat positif bagi pasar keuangan tanah air.

“Dengan adanya kenaikan BI Rate ini, maka BI telah menunjukkan bahwa dia peka terhadap risiko kenaikan inflasi. Pasar juga jadi pruden karena

menganggap bahwa BI sudah melakukan antisipasi lebih awal untuk menghadapi ancaman kenaikan inflasi,” paparnya. (BEST PROFIT FUTURES).

Fauzy mengatakan, dengan kenaikan BI Rate ini, inflasi tetap akan menyentuh level 7%. Namun, kata dia, langkah ini dapat menghindarkan Indonesia dari ancaman gelombang inflasi lanjutan.

“BI Rate 7,75%, inflasi memang akan tetap naik sesuai prediksi 7-7,25%. Tapi karena sudah diantisipasi, maka gelombang inflasi lanjutan dapat dihindari,” tegas dia.

 Saham China naik ke level enam minggu tertinggi sebelum rilis data ekonomi termasuk produk domestik bruto dan output industri.

Indeks Shanghai Composite naik 0,4 %, dengan saham teknologi dan energi mendapatkan keuntungan. Indeks Hang Seng menguat 0,1 %, dipimpin oleh (BEST PROFIT FUTURES).

Bank of East Asia Ltd China Life Insurance Co turun 1,9 % dalam kinerja terburuk pada hari Rabu setelah perusahaan memperkirakan

bahwa keuntungan dalam sembilan bulan pertama jatuh sebesar 60 % karena menurunnya pendapatan investasi.

Ekonomi China kemungkinan meningkat 6,7 % pada kuartal terakhir, kuartal ketiga berturut-turut dengan laju yang sama, menurut rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap analis.

Ukuran luas negara tersebut dalam kredit baru melampaui perkiraan pada bulan September, (BEST PROFIT FUTURES).

menurut data yang menunjukkan hari Selasa, pinjaman yang kuat akan terus membantu menstabilkan perekonomian.

Pembiayaan agregat China adalah 1,72 triliun yuan ($ 255 miliar) bulan lalu, dibandingkan dengan estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg senilai 1,39 triliun yuan.

Angka-angka yang dirilis setelah penutupan pasar ekuitas China daratan. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://finance.detik.com/