PT Best Profit Futures Surabaya

PLN Gandeng Dua Pengembang Listrik Swasta

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – PT PLN (Persero), pada hari ini menandatangani kesepakatan dengan dua pengembang listrik swasta untuk memperkuat pasokan listrik di daerah-daerah khususnya untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Penandatanganan dilakukan di kantor PLN Pusat di Jakarta oleh Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN,

Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT TPI, Kee Cheng Chye.

Demikian dikutip dalam siaran persnya, Jakarta, Rabu (BEST PROFIT FUTURES).

“Kalselteng banyak membutuhkan pasokan listrik. Saya senang sekali karena proyek

ini akan menambah kapasitas listrik di Kalimantan Selatan dan Tengah,

yang nantinya akan terinterkoneksi dengan Kalimantan Timur,” kata Nur Pamudji.

Pertama adalah kesepakatan pengembangan dan pembangunan PLTA Batang Toru ini telah ditandatangani dalam bentuk Head of Agreement (HoA)

antara Direktur PLN Murtaqi Syamsuddin, Direktur PLN Bagiyo Riawan dan Direktur Utama Dharma Hydro Nusantara, Anton Sugiono.

PLN menggandeng pihak swasta untuk membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batang Toru dengan daya sekitar 500 Mega Watt (MW)

dan akan difungsikan sebagai pemikul beban puncak listrik (peaker) di Sumatera Utara.

Sementara yang kedua adalah, PLN menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan (BEST PROFIT FUTURES).

PT Tanjung Power Indonesia (TPI), sebuah perusahaan patungan milik PT Adaro Power dan Korean East West Power (EWP),

yang akan membangun Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalimantan Selatan (Kalsel) berkapasitas 2 x 100 MW di Kabupaten Tabalong, Propinsi Kalimantan Selatan.

Pengadaan proyek ini dilakukan melalui proses pelelangan umum dengan skema BOOT (Build, Own, Operate & Transfer),

di mana pembangkit ini nantinya akan menjadi milik PLN setelah habis masa kontrak 25 tahun.

Proyek ini, termasuk dalam Proyek Fast Track Program tahap 2 (FTP-2) yang mendapatkan penjaminan Pemerintah dalam bentuk

Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU). Financing Date dijadwalkan akan tercapai dalam tempo 12 (dua belas) bulan setelah penandatanganan PPA.

PLTU Kalsel ini nantinya akan menyuplai energi listrik ke sistem kelistrikan Kalselteng sebesar 1.800 GWh per tahun melalui Gardu Induk (GI)

Tanjung 150 kilovolt (kV), dan dijadwalkan akan mulai beroperasi komersial (COD = Commercial Operation Date) 33 (tiga puluh tiga) bulan setelah Financing Date. (BEST PROFIT FUTURES).

Sistem kelistrikan Kalselteng mencakup wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Kalimantan Tengah. Saat ini beban puncak sistem

Kalselteng sebesar 382,82 Mega Watt (MW) dengan daya mampu sebesar 412,49 MW dan kapasitas pembangkit sebesar 527,11 MW. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com