PT Best Profit Futures Surabaya

PKS: Pembangunan Gedung DPR Itu Kebutuhan

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Ketua BURT DPR Roem Kono melontarkan wacana pembangunan gedung baru untuk lembaga tersebut. Wasekjen PKS Mahfudz Shiddiq sependapat dengan Roem karena pembangunan gedung adalah kebutuhan dewan.

“Begini, kalau soal pembangunan gedung baru itu kebutuhan DPR. Di UU MD3 ada penambahan staf ahli yang memang saat ini DPR mengalami kekurangan. Apakah itu siasati gedung yang ada atau pakai gedung baru kita lihat nanti,” ujar Mahfudz di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (BEST PROFIT FUTURES).

Dengan bertambahnya staf ahli, maka kantor anggota dewan saat ini belum memadai. Perlu ada renovasi untuk mendukung hal tersebut.

“Kebutuhan gedung baru itu, iya (setuju). Tapi soal apakah harus lahan baru atau pakai yang ada akan kami kaji, yang jelas kondisi ruangan DPR sudah tidak muat,” imbuh Ketua Komisi I ini.

Dia pun menampik anggapan bahwa proyek pembangunan gedung akan jadi lahan bancakan anggota dewan. Menurut dia di lembaga mana pun pasti ada potensi pembagian jatah.(BEST PROFIT FUTURES).

“Yang penting adalah pengawasan. Baik pengawasan oleh penegak hukum atau pun publik,” ungkap Mahfudz.

Diwawancara secara terpisah politikus PDIP Effendi Simbolon menolak pembangunan tersebut. Menurut dia saat ini ruangan yang ada sudah mencukupi.

“Kita (PDIP) jelas menolak!” ucap Effendi.

 (BEST PROFIT FUTURES).

Minyak mentah diadakan kerugian mendekati US $ 50 per barel karena investor menimbang kemungkinan kesepakatan untuk mengurangi pasokan setelah perusahaan minyak terbesar di Rusia mengatakan negara tersebut mampu meningkatkan output yang signifikan.

Kontrak berjangka untuk bulan Desember turun 0,5 % di New York setelah merosot 2,3 % pada hari Kamis. Rusia memiliki kapasitas untuk menambahkan sebanyak 4 juta barel per hari jika ada permintaan, kata Rosneft PJSC Chief Executive Officer Igor Sechin, kurang dari dua minggu setelah Presiden Vladimir Putin berjanji dukungannya bagi upaya OPEC untuk membatasi output. Sementara dolar memperpanjang kenaikan untuk hari kedua, membuat harga komoditas dalam mata uang AS lebih tinggi.(BEST PROFIT FUTURES).

Harga minyak berfluktuasi mendekati US $ 50 per barel di tengah ketidakpastian tentang apakah Organisasi Negara Pengekspor Minyak akan dapat menerapkan kesepakatan untuk mengurangi output ketika mereka mengadakan pertemuan resmi pada bulan November. Sebuah komite OPEC akan bertemu pada akhir bulan ini untuk mencoba dan menyelesaikan perbedaan atas berapa banyak masing-masing anggota harus memompa produksinya. Nigeria mengatakan akan menurunkan harga setiap jenis minyak mentah yang dijual dalam upaya untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berada di level $ 50,40 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 23 sen, pada pukul 01:07 siang waktu Hong Kong. Kontrak tersebut jatuh $ 1,19 ke level $ 50,63 pada hari Kamis. Total volume perdagangan sekitar 30 % di bawah 100-hari rata-rata. Kontrak untuk November mendatang yang berakhir hari Kamis merosot 2,3 % ke level $ 50,43 per barel.

Brent untuk pengiriman Desember melemah 17 sen ke level $ 51,21 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak pada hari Kamis lebih rendah $ 1,29 ke level $ 51,38. Harga turun 1,5 % selama minggu ini. Minyak mentah acuan global yang diperdagangkan pada premium dari 81 sen menjadi WTI untuk bulan Desember(BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://news.detik.com