PT Best Profit Futures Surabaya

Phablet Baru Oppo Dijual Rp5 Jutaan

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Oppo meluncurkan phablet terbaru mereka yang bernama Oppo U3. Handset ini resmi diumumkan di negara asalnya, China.

Oppo U3 kabarnya akan dirilis untuk beberapa negara di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Seperti dilaporkan Ubergizmo, Rabu (21/1/2015), phablet terbaru Oppo tersebut menampilkan layar 5,9 inci dengan kualitas gambar beresolusi Full HD.

Handset ini juga ditenagai chipset buatan Taiwan, MediaTek MT6752 dengan kecepatan mencapai 1,7 GHz, plus RAM 2GB. (BEST PROFIT FUTURES)

Lalu untuk media penyimpanannya sendiri, phablet ini akan datang dengan memori internal 16GB dan dapat diekspansi dengan tambahan microSD.

Sedangkan untuk fitur kamera, Oppo membenamkan kamera belakang 13 MP dan kamera depan 5 MP untuk kualitas pengambilan gambar yang lebih baik.

Dari segi konektivitas, Oppo U3 juga akan mendukung jaringan 4G LTE dual sim dan kapasitas baterai 3000 mAh. Phablet ini akan berjalan pada sistem operasi

Android 4.4.4 KitKat dan mendukung tampilan OS Oppo Color 2.0.1.

Berbicara soal harga, Oppo konsisten untuk tetap menawarkan produknya dengan harga yang diklaim terjangkau. Dengan spesifikasi di atas,

Oppo U3 dibanderol seharga USD451 atau sekira Rp5,6 juta. Sayangnya, untuk saat ini Oppo U3 baru tersedia di negeri asalnya, China.

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 50 per barel seiring data

pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kelima sehingga memangkas pemangkasan stok yang ada.

Minyak berjangka turun 0,3 persen di New York setelah naik 2,3 ‹‹persen hari Rabu untuk mendapatkan penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Stok minyak mentah turun di bawah 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak Januari setelah stok turun 2,98 juta barel pekan lalu, Administrasi Informasi Energi melaporkan.

Survei Bloomberg memperkirakan kenaikan pada stok.

Minyak akan terhenti di level $ 55 per barel seiring kembali beroperasinya pengebor minyak serpih AS, menurut Goldman Sachs Group Inc.

Minyak telah naik sekitar 11 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak pekan lalu sepakat untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

OPEC, yang memompa keluaran pada level rekor bulan September,

akan memutuskan kuota pembatasan pada pertemuan resmi kelompok ini di Wina pada 30 November mendatang.

Semntara itu, badai Hurricane Matthew semakin menguat dan saat ini mendekati pantai Timur AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November di level $ 49,69 per barel di

New York Mercantile Exchange, turun 14 sen, pada pukul 08:01 pagi waktu Hong Kong. (BEST PROFIT FUTURES)

Kontrak naik $ 1.14 ke level $ 49,83 pada hari Rabu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 29 Juni, total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 76 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Harga naik 7,9 persen bulan lalu.

Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 14 sen ke level $ 51,72 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak tersebut naik 2 persen ke level $ 51,86 pada hari Rabu. Indeks acuan global ini

diperdagangkan pada $ 1,46 premium untuk untuk bulan Desember WTI. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://techno.okezone.com