PT Best Profit Futures Surabaya

Pertumbuhan Ekonomi AS, Penyebab Emas Terkoreksi

Best Profit Futures – Harga emas GLOBAL mendapatkan tekanan turun pasca-rilisan data gross domestic product (GDP) kuartal ke-2 di Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, pengukuran pertama (advance) hasilnya lebih bagus dari ekspektasi pasar.

Laju ekonomi AS juga jauh lebih bagus dari GDP kuartal I yang berkontraksi 2,9 persen. Kepala Riset Monex Investindo, Ariston Tjendra,

mengatakan bahwa hasil GDP yang bagus ini membuka potensi kemungkinan kebijakan pengetatan suku bunga acuan Bank Sentral AS lebih cepat

dari perkiraan sehingga mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas.
“Harga emas kini berada di kisaran USD1.293 per troy ons, sudah berada di bawah support kemarin 1295. Saat ini support terdekat

di kisaran level terendah kemarin USD1.292,” jelas dia kepada Okezone dalam keterangan tertulisnya.

“Penembusan kisaran support ini bisa membawa harga melemah ke area support berikutnya di kisaran USD1.287 (juga merupakan kisaran MA 200 grafik harian).

Pasar juga harus mewaspadai penurunan yang lebih dalam ke area USD1.280 (kisaran 61,8 persen dari USD1.240-USD1.345),” tambah dia. (Best Profit Futures)

Menurutnya, saat ini resisten terdekat emas berada di kisaran USD1.298. Penembusan ke atas resisten ini berpotensi membawa harga ke resisten berikutnya di USD1.302.

“Market mover yang bisa menggerakkan harga emas hari ini adalah data CPI flash estimate Zona Euro dan data Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan AS.

Pasar masih menunggu data yang lebih penting besok yaitu Non-farm Payrolls (NFP) AS,” tukas dia.

  (Best Profit Futures)

Emas naik untuk hari kelima untuk perdagangan di dekat level tertinggi dalam hampir sebulan terakhir seiring meningkatnya kekhawatiran menjelang pemilihan presiden

AS pada pekan depan mendorong investor untuk mencari aset haven, dengan jajak pendapat terbaru menunjukkan keunggulan yang dominan Hillary Clinton atas Donald Trump yang lesu.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,2 % ke level $ 1,290.94 per ons dan berada di level $ 1,290.18 pada pukul 9:25 pagi waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg.

Pada hari Selasa, harga bullion menguat menjadi $ 1,291.98, yang tertinggi sejak 4 Oktober.

Harga emas jatuh pada bulan lalu di tengah harapan Federal Reserve yang bersiap untuk menaikkan biaya pinjaman. Sementara pembuat kebijakan Fed menyimpulkan

pertemuan bulan November mereka pada hari Rabu, kemungkinan kenaikan hanya 16 persen dan pemilihan presiden AS telah menjadi perhatian yang lebih besar.

Rasa kekhawatiran di pasar didorong oleh ABC News / Washington Post dalam jajak pendapat

yang ditempatkan kandidat Partai Republik Trump satu persen poin dari pesaingnya dari Partai Demokrat. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com