PT Best Profit Futures Surabaya

Pertemuan IMF-WB Dimulai, Hotel hingga Rental Mobil Ketiban Rezeki

PT Bestprofit
PT BESTPROFIT FUTURES Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) di Nusa Dua, Bali, mulai digelar sejak Senin 8 Oktober kemarin. Pertemuan ini merupakan salah satu ajang berkelas dunia yang paling besar.

Sebanyak 34.000 peserta termasuk gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari 189 negara, swasta,

lembaga non pemerintah, akademisi, dan media menjadi bagian dalam perhelatan IMF-World Bank Annual Meeting 2018. PT BESTPROFIT

Ada yang menyebut, bahwa acara tersebut tidak memberi dampak positif apa-apa buat Indonesia, bahkan ada. Namun hal itu nampaknya bertolak belakang dengan manfaat ekonomi yang terjadi di wilayah Bali.  BESTPROFIT

Dari acara itu, perekonomian di daerah Pulau Dewata ikut terdongkrak. Sejumlah sektor

industri maupun jasa kebanjiran untung dari puluhan ribu peserta yang datang dari berbagai belahan dunia itu. BEST PROFIT

Chairman Bali Hotel Association, Ricky Putra mengatakan pada bulan ini tingkat hunian atau okupansi hotel di Bali pada Oktober ini mengalami peningkatan.

Okupansi hotel di Pulau Dewata tersebut diperkirakan naik hingga 10-15% dari bulan biasanya.

“Jadi kalau kita lihat okupansi Oktober yang biasanya 70-75%, mungkin kita harapkan peningkatannya bisa 10-15% dari bulan-bulan biasanya,” kata Ricky kepada detikFinance.

Ricky mengatakan, delegasi acara IMF-WB yang diperkirakan tembus hingga lebih dari 30.000 orang dari seluruh dunia mendongkrak tingkat okupansi hotel di Bali. Contohnya seperti di kawasan Nusa Dua, Sawangan, dan Benoa.

“Itu sangat membantu overall okupansi hotel-hotel di Bali. Semua hotel-hotel di kawasan Nusa Dua, Sawangan, Benoa rata-rata sudah full booked oleh main delegasi dan juga delegasi-delegasi pendukungnya,” ujarnya.

Chairman Bali Hotel Association Ricky Putra mengungkapkan rata-rata hotel bintang 4 dan 5 di Bali sudah penuh diisi oleh para delegasi acara IMF-WB. Sementara untuk hotel bintang 3 ke bawah diisi oleh delegasi lain yang hadir.

“Kebanyakan bintang 4-5. Bintang 3 hanya beberapa. Kalau hotel non bintang atau hotel bintang 2 dan 3 itu biasanya untuk supporting delegasinya,” ujar Ricky kepada detikFinance, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Hotel-hotel tersebut kebanyakan berlokasi di kawasan-kawasan elite, seperti Nusa Dua, Sawangan, dan Benoa.

“Semua hotel-hotel di kawasan Nusa Dua, Sawangan, Benoa rata-rata sudah full booked oleh main delegasi dan juga delegasi-delegasi pendukungnya,” ujarnya.

Dia bilang, hotel-hotel wilayah itu sudah dipesan hingga sepekan ke depan, selama acara IMF-WB berlangsung. Walau begitu, tak menutup kemungkinan bahwa para delegasi juga akan memperpanjang waktunya untuk tinggal di Bali.

“Kita bicara 8-14 (Oktober) ya, tapi ada juga tamu yang datang dari sebelumnya dan juga minta extend sesudahnya, itu mungkin untuk liburan atau apa,” jelasnya

Tak hanya sektor perhotelan yang kecipratan rupiah dari acara pertemuan tahunan IMF-WB, namun juga jasa penyewaan kendaraan atau rental mobil.

Ketua Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo) Bali Nyoman Seniweca mengungkapkan, bisnis rental kendaraan di Bali kedapatan untung dari acara IMF-WB. Sebab kendaraan-kendaraan, khususnya kendaraan mewah sudah habis disewa para delegasi.

“Contoh misalnya Mercy (Mercedes-Benz) dan Alphard yang terbaru, itu terbatas lah jumlahnya di Bali, sementara kebutuhannya kan besar,” kata Nyoman kepada detikFinance.

Nyoman mengatakan, sejatinya pasokan kendaraan mewah di Bali tak bisa mencukupi kebutuhan pengguna yang merupakan delegasi peserta IMF-WB. Sementara, kebutuhan mobil mewah tersebut diperkirakan mencapai seribuan unit.

Karenanya, mobil-mobil mewah tersebut juga didatangkan dari luar Pulau Dewata tersebut.

“Itu didatangkan dari luar, dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, itu mungkin 90% kendaraan-kendaraan dari luar semua,” ujarnya.

Sementara untuk kendaraan kelas menengah seperti Toyota Innova dan Avanza banyak digunakan oleh para panitia. Untuk mobil jenis tersebut, ketersediaannya masih mencukupi.

“Untuk panitia supporting-nya, itu Avanza, Innova. Kalau kelas-kelas itu cukup lah, karena kan unit itu suplly-nya banyak,” jelas dia.

Lebih dari itu, Nyoman mengatakan, gelaran internasional IMF-WB sangat mendongkrak perekonomian di Bali. Sebab, sektor tenaga kerja seperti sopir juga ikut kecipratan untung dari acara tersebut.

“Dari sisi tenaga kerja, dari sisi driver, kawan-kawan di Bali juga banyak yang mendapatkan pekerjaan walaupun sifatnya sementara selama masa event,” tuturnya.

Sumber : detik