PT Best Profit Futures Surabaya

Pertamina Segera Operasikan Blok di Aljazair

Best Profit Futures – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) segera mengoperasikan rig baru untuk operasi pemboran di Aljazair.

Rig senilai US$26,6 juta tersebut diproduksi di Yard PT. Citra Tubindo Engineering (CTE).

Pembangunan rig di dalam negeri ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pertamina dalam membangun kapabilitas industri migas nasional.

Direktur Hulu Pertamina, Muhamad Husen mengatakan rig ‘PDSI#43.3/AB1500-E’,

merupakan pesanan rig ketiga perusahaan kepada CTE.

Sebelumnya telah memproduksi 2 rig sejenis yang saat ini sedang dioperasikan di Blok Cepu. (Best Profit Futures)

Untuk rig ketiga ini, katanya, akan dioperasikan PDSI di Blok 405a di Aljazair, karena Pertamina menjadi operator di blok tersebut.

“Kami menggunakan hasil produk dalam negeri. Apalagi selain biaya yang efisien, kinerjanya juga

sangat memuaskan sebagaimana telah ditunjukkan di Blok Cepu” kata Husen melalui keterangan tertulisnya, Kamis (18/9/2014).

“Ini menjadi modal besar Pertamina membawa rig hasil produk dalam negeri untuk dioperasikan di Aljazair.”

Rig ‘PDSI#43.3/AB1500-E’ mulai dikerjakan pada kuartal 1 2014 dengan biaya kontrak sekitar US$26,6 juta. Saat ini,

rig yang spesifikasinya telah disesuaikan dengan kondisi alam lapangan migas di Aljazair tersebut telah mencapai kemajuan sekitar 90% dan diperkirakan tuntas pada Oktober 2014.

Rig berkapasitas 1500 hp tersebut, pembangunan struktur, instalasi, integrasi dan commissioning-nya, seluruhnya dikerjakan tangan – tangan terampil

anak Bangsa Indonesia yang tergabung dalam PT. Citra Tubindo Engineering, Batam.

Dengan munculnya perusahaan-perusahaan potensial seperti CTE, Pertamina semakin

memantapkan tekad untuk bisa menjadi lokomotif Indonesia Incorporated di wilayah operasinya di luar negeri.

“Pemerintah Aljazair sendiri telah sangat terbuka dengan Indonesia, khususnya Pertamina untuk tidak hanya terlibat dalam hal operatorship tetapi juga jasa dengan menggandeng mitra dari Indonesia.

  (Best Profit Futures)

Saham China melemah pada hari Kamis ini, membalikkan beberapa kerugian pada sesi pagi, sementara investor tetap berhati-hati dalam menghadapi perlambatan

pertumbuhan laba industri, pelemahan yuan yang masih berlangsung, dan tumbuhnya kekhawatiran atas ketatnya likuiditas.

Indeks CSI300 blue-chip turun 0,3 persen, ke 3,345.70, sementara indeks Shanghai Composite turun 0,1 persen ke 3,112.35 poin.

Kepercayaan investor dalam pemulihan ekonomi China digoyahkan oleh data yang menunjukkan keuntungan dalam perusahaan industri

China tumbuh sebesar 7,7 persen di September, melambat tajam dari kecepatan 19,5 persen bulan sebelumnya terkait beberapa sektor yang terpengaruh oleh lemahnya aktivitas. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://ekonomi.inilah.com