PT Best Profit Futures Surabaya

Pertamina Sebar 1.120 Tabung Elpiji 3 Kg

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation reg IV hari ini melakukan operasi pasar Elpiji 3 kg di lima titik di Jawa tengah.

Operasi pasar dilakukan menyusul tingginya permintaan masyarakat terhadap Elpiji 3 kg, sehingga menyebabkan kekosongan stok di beberapa wilayah di Jateng.

Domestic Gas Region IV Manager CD Sasongko mengatakan, operasi pasar dilakukan di kabupaten Semarang, Kendal, Pekalongan, Rembang dan Cilacap.

Untuk operasi pasar kali ini, pertamina menyalurkan sebanyak Rp2.560 tabung. (BEST PROFIT FUTURES )

“Operasi ini kita lakukan mulai tanggal 15-17 Januari 2015 di lima wilayah. Paling banyak di kabupaten Semarang ada 1.120 tabung,” ungkapnya Kamis (15/1/2015)

Menurutnya, operasi pasar juga diharapkan bisa menurunkan Elpiji 3 kg di tingkat eceran yang ukup tinggi.

Pasalnya dengan operasi pasar ini, maka jumlah ketersediaan Elpiji 3 kg tercukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Harga itu ditentukan oleh demand and supply.

Jadi ketika supplynya banyak maka otomatis harga akan mengikuti turun. Apalagi Gubernur juga sudah mengeluarkan

harga eceran tertinggi untuk Elpiji 3 kg sebesar Rp14.000 per tabung,”ungkapnya.(BEST PROFIT FUTURES )

Sasongko menambahkan, selain melakukan operasi pasar, pertamina juga melakukan

ekstra dropping tabung LPG 3kg sebesar 2 juta tabung lebih, (BEST PROFIT FUTURES )

atau sekitar 8 persen dari alokasi bukan Januari yang mencapai sekitar 24 juta tabung.

“Jadi masyarakat tidak perlu melakukan panic buying, karena pertamina menjamin ketersediaan stok LPG di masyarakat.

Hari ini kita lihat tidak banyak masyarakat yang mendatangi lokasi operasi pasar, yang menunjukkan kebutuhan masyarakat terpenuhi,”ujarnya

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 50 per barel seiring data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kelima sehingga memangkas pemangkasan stok yang ada.

Minyak berjangka turun 0,3 persen di New York setelah naik 2,3 ‹‹persen hari Rabu untuk mendapatkan penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Stok minyak mentah turun di bawah 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak Januari setelah stok turun 2,98 juta barel pekan lalu, Administrasi Informasi Energi melaporkan.

Survei Bloomberg memperkirakan kenaikan pada stok.

Minyak akan terhenti di level $ 55 per barel seiring kembali beroperasinya pengebor minyak serpih AS, menurut Goldman Sachs Group Inc.(BEST PROFIT FUTURES )

Minyak telah naik sekitar 11 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak pekan lalu sepakat untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

OPEC, yang memompa keluaran pada level rekor bulan September,

akan memutuskan kuota pembatasan pada pertemuan resmi kelompok ini di Wina pada 30 November mendatang.

Semntara itu, badai Hurricane Matthew semakin menguat dan saat ini mendekati pantai Timur AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November di level $ 49,69 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 14 sen, pada pukul 08:01 pagi waktu Hong Kong.

Kontrak naik $ 1.14 ke level $ 49,83 pada hari Rabu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 29 Juni, total volume yang diperdagangkan yakni sekitar

76 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga naik 7,9 persen bulan lalu.

Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 14 sen ke level $ 51,72 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak tersebut naik 2 persen ke level $ 51,86 pada hari Rabu. Indeks acuan global ini diperdagangkan pada $ 1,46 premium untuk untuk bulan Desember WTI.(BEST PROFIT FUTURES )

Sumber dari http://economy.okezone.com