Pernyataan SBY soal Pandemi Dinilai Pujian ke Pemerintah, Beda dari PD | lt 11 Graha Bukopin

News

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merespons terpilihnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB). SBY menuding Moeldoko telah melakukan kudeta bersama orang dalam partai. Hal itu disampaikan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

Jakarta – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pemerintah telah gigih menangani pandemi Corona. Sikap SBY itu dinilai semakin memperjelas Partai Demokrat tidak konsisten sebagai oposisi dan memainkan politik dua kaki. BEST PROFIT

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut pernyataan SBY itu secara tidak langsung memuji upaya pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dalam melawan Corona. Berbeda dengan kader Partai Demokrat (PD) yang senantiasa mengkritik. PT BESTPROFIT FUTURES

“Itu secara tidak langsung bentuk pujian SBY terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi. Sementara kadernya bilang pemerintah gagal total,” kata Adi kepada wartawan, Selasa (17/8/2021). PT BESTPROFIT

Adi menyebut pernyataan SBY itu menggugurkan kritikan yang disampaikan oleh elite Partai Demokrat selama ini. Dia mengatakan Partai Demokrat senantiasa mengkritik penanganan pandemi yang dilakukan oleh pemerintah.

“Pernyataan SBY itu kan seakan-akan menggugurkan semua kritikan kader Demokrat selama ini, yang hampir tiap hari mengkritik, mem-bully dang menghujat kebijakan politik pemerintah terkait penanganan pandemi,” katanya.

“Coba bayangkan berbulan-bulan mengkritik soal pandemi tapi pernyataan SBY yang menyatakan pandemi ini sudah maksimal dilakukan pemerintah seakan-akan sudah mengubur semua kritik itu,” lanjutnya. BESTPROFIT

Menurut Adi, walaupun SBY menyampaikan pendapatnya di acara resmi kenegaraan, tidak salahnya mengkritik pemerintah seperti yang dilakukan selama ini oleh Partai Demokrat. Dia menyebut di Hari Kemerdekaan RI informasi pahit juga perlu disampaikan agar memiliki cara untuk mengatasinya.

“Kalau pun toh ingin menampilkan sikap kenegaraan memang SBY harus menunjukkan kepada publik sesuai dengan apa yang sering terjadi di Partai Demokrat, mengkritik segala macam. Di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ini bukan saja optimisme, ya info-info manis yang kita dapat, info pahit juga harus kita siapkan bagaimana cara menghadapinya ya kan,” jelasnya.

Lebih lanjut, cara berpolitik Partai Demokrat, kata Adi, serba tanggung. Sebab, Partai Demokrat kadang galak sebagai oposisi, namun pada saat yang sama juga suka memuji pemerintah Jokowi.

“Sejak lama cara berpolitik Demokrat ini serba tanggung ya. Galak sebagai oposisi tapi pada saat bersamaan juga suka memuji apa yang dilakukan pemerintah. Ini yang kemudian membuat repot antara elite dan kader-kader dan aktivis di bawah-bawah kan,” kata Adi.

“Apa yang terjadi pada SBY dan elite Demokrat itu menjadi bukti yang cukup konkrit. Satu sisi SBY harus menampakkan dirinya sebagai negarawan, bagaimana pun juga SBY ini adalah mantan Presiden 2 periode, pada saat bersamaan para kader Demokrat tidak bisa menahan diri untuk terus-menerus menyerang pemerintah,” lanjutnya.

Adi menilai sejak awal Partai Demokrat sulit memposisikan diri terhadap pemerintah. Sehingga Demokrat sering bermain politik dua kaki.

“Ini yang sejak awal Demokrat kesulitan untuk memposisikan dirinya sebagai oposisi atau pro pemerintah. Makanya tidak mengherankan Demokrat ini selalu bermain memang di dua kaki. Nah itu yang kemudian tampak pada Demokrat,” tutur Adi.

sumber detik