PT Best Profit Futures Surabaya

Peraturan baru perbankan Islam buat emas menjadi investasi yang sah

Bestprofit
Bestprofit Emas menjadi sebuah investasi yang diterima atau berlaku dalam dunia Islam untuk pertama kalinya seiring logam kuning ini sekarang bisa digunakan sebagai investasi untuk menyokong produk-produk finansial berbasis Syariah, berkat standard baru yang diumumkan baru-baru ini.

Peraturan terbaru, kata Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) dan World Gold Council (WGC), membuka jalan bagi institusi-institusi Islam untuk tidak hanya berdagang emas tetapi juga perak dalam cara yang lebih aktif.

Transaksi yang dilakukan harus didukung penuh oleh logam fisik dan harus diselesaikan di hari yang sama untuk menaati perbedaan di Islam antara aktivitas riil ekonomi dan spekulasi.

Sampai sekarang, tidak ada peraturan yang spesifik untuk penggunaan emas sebagai investasi dalam industri keuangan Islam, mereka mencatatkan. (Bestprofit)

AAOIF menghabiskan sekitar satu tahun untuk mengerjakan pedoman baru dalam perdagangan emas dengan WGC dan mencapai kesepakatan dengan WGC bulan lalu.

Kompleksitas sikap Islam terhadap produk emas telah membuat set peraturan menjadi tidak spesifik dan terfragmentasi, dewan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Kurangnya keseragaman ini merupakan sebuah hambatan besar untuk perkembangan produk finansial emas dalam dunia finansial Islam. (Bestprofit)

Maka dari itu, menciptakan pedoman Syariah yang selaras dan dapat diandalkan untuk emas merupakan hal yang sangat penting

apabila nantinya kelas aset akan secara luas menjadi dapat lebih diterima oleh investor-investor Islam.

Emas bergabung dengan ekuitas, real estate, obligasi Islam (sukuk), takaful (asuransi) sebagai alat yang disetujui dalam dunia finansial Islam, kata AAOIFI. (Bestprofit)

Volume sukuk turun 1.4% pada tahun 2015 pasca Bank sentral Malaysia menghentikan program penerbitan sukuk jangka pendek mereka, AAOIFI mengatakan.

Standar otorisasi memperoleh emas melalui agen-agen.

Sedangkan Mayoritas Saham Jepang Turun untuk Hari Keempat

Sebagian besar saham Jepang turun dalam perdagangan singkat, dengan sektor eksportir

yang menjadi hambatan terbesar pada indeks acuan karena yen menguat selama empat hari terhadap dolar AS.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Stock Average sedikit berubah setelah melemah dari level terkuatnya tahun 2016 pada pekan lalu.

Saham Toshiba Corp anjlok sebesar 16 persen setelah mengatakan mungkin harus mencatatkan bisnis nuklirnya.

Volume perdagangan di pasar saham telah menyusut secara global dengan mendekati akhir tahun dan nilai total perdagangan

pada sesi pertama di Tokyo Stock Exchange turun menjadi 1,63

triliun yen ($ 13.9 miliar) pada hari Senin dibandingkan dengan sebelumnya senilai ¥ 3.92 triliun pada 9 Desember.

Sementara pasar financial AS dan Eropa ditutup karena hari libur pada hari Senin. (Bestprofit)

Indeks Topix sedikit berubah berada di level 1,538.59 pada pukul 09:28 pagi waktu Tokyo.

Sedangkan Indeks Nikkei 225 stabil di level 19,393.34.

Sumber : Bloomberg