PT Best Profit Futures Surabaya

Penjelasan Sri Mulyani Soal Harga Rokok Naik Jadi Rp 50 Ribu

Best Profit

Penjelasan Sri Mulyani Soal Harga Rokok Naik Jadi Rp 50 Ribu

Best Profit Futures – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus serta tarif cukai hasil tembakau.

Saat ini, kebijakan mengenai tarif cukai rokok masih dalam proses konsultasi dengan seluruh stakeholder.

Sri Mulyani menegaskan bahwa sampai dengan saat ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum mengeluarkan aturan baru terkait harga jual eceran maupun tarif cukai rokok. (Best Profit Futures)

“Kemenkeu belum ada aturan terbaru mengenai harga jual eceran dan tarif cukai rokok sampai hari ini,”

katanya saat Konferensi Pers Tax Amnesty di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (Best Profit Futures)

Ia mengaku, pemerintah sangat memahami studi dari Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia.

Hasil studi ini menunjukkan sensitivitas atas kenaikan harga rokok terhadap konsumsi rokok.

Namun dijelaskan Sri Mulyani, Kemenkeu akan mengeluarkan kebijakan mengenai harga jual eceran dan tarif cukai rokok dengan sebelumnya memperhatikan Undang-undang (UU) Cukai,

termasuk dalam rangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

“Tapi sampai saat ini (kebijakan harga jual eceran dan tarif cukai rokok) masih dalam proses konsultasi dengan berbagai pihak,

untuk nantinya bisa diputuskan sebelum APBN 2017 dimulai,” papar Sri Mulyani.

Untuk diketahui, usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus merupakan hasil studi dari

Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany.

Studi ini mengungkap kemungkinan perokok akan berhenti merokok jika harganya dinaikkan dua kali lipat dari harga normal. Hasilnya 80 persen bukan perokok setuju jika harga rokok dinaikkan.(Best Profit Futures)

“‎Dalam studi ini, para perokok bilang kalau harga rokok di Indonesia naik jadi Rp 50 ribu per bungkus, mereka akan berhenti merokok. Belum lagi ada tambahan dana Rp 70 triliun untuk bidang kesehatan,” terang Hasbullah.

Sedangkan Usulan Harga Rokok Rp 50 Ribu Rusak Harga Jual Tembakau

Usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus, merusak harga jual tembakau petani di daerah. Pasalnya,

hasil studi yang Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia,

Hasbullah Thabrany ini dijadikan dasar oleh tengkulak untuk menakut-nakuti petani tembakau di daerah.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com