PT Best Profit Futures Surabaya

Pengusaha Angkot Dapat Diskon Pajak 70%

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan kebijakan pemberian diskon tarif pajak angkutan umum bagi angkutan umum. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Sugihardjo, menjelaskan bahwa pemberian diskon 50 persen

tarif pajak tersebut berlaku bagi angkutan umum berplat kuning,serta yang dirasa memiliki izin resmi. (BEST PROFIT FUTURES)

“Baik untuk pajak membalikkan nama maupun pajak kendaraan bermotor tahunannya. Artinya yang sekarang berlaku itu,

sebetulnya sudah lama angkutan umum diberikan diskon 40 persen. Jadi hanya membayar 60 persen dari tabel pajak pembalikan nama,

dengan pajak kendaraan bermotor,” tuturnya di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Saat ini, penerapan diskon 60 persen tersebut, diturunkan menjadi 50 persen. Dengan demikian, para pelaku industri hanya membayar 30 persen.(BEST PROFIT FUTURES)

“Sehingga, total diskon untuk angkutan menjadi 70 persen atau hanya membayar 30 persen. Dengan diskon tersebut bisa meringankan

beban mereka dan proses reformasi dan revitalisasi angkutan umum bisa berjalan lancar,” ungkapnya. (BEST PROFIT FUTURES)

Lebih lanjut dia menjelaskan, meskipun awalnya pihak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) merasa keberatan terhadap diskon tersebut. Lantaran, dianggap dapat mengurangi pendapatannya.

“Kebijakan diskon 50 persen untuk PKB dan BBN ini sudah disosialisasikan ke Dispenda seluruh Indonesia. Memang sempat ada keberatan beberapa daerah.

Tapi, ini sudah menjadi komitmen pemerintah untuk membantu meringankan industri angkutan umum,” tandasnya.

kepercayaan konsumen tiba-tiba jatuh ke terendah setahun pada bulan (BEST PROFIT FUTURES)

Oktober karena warga Amerika pesimis pada prospek perekonomian di tengah kampanye debat pemilihan presiden.

Indeks sentimen awal University of Michigan menurun menjadi 87,9 dari 91,2 pada bulan September, menurut laporan Jumat. Yang lebih lemah dari perkiraan terendah dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom.

Kenaikan yang berkelanjutan dalam pembayaran para pekerja tetap sulit dipahami bahkan ditengah perusahaan terus menambah lapangan pekerjaan karena laju yang solid,

serta ketidakpastian politik dapat menahan rasa percaya diri. Pada saat yang sama, biaya bahan bakar yang masih murah dan prospek kerja

meningkatkan akan membantu mendukung belanja konsumen, yang menyumbang sekitar 70% untuk perekonomian.

Meski begitu, margin konsumen mengharapkan partai Demokrat Hillary Clinton untuk memenangkan pemilu melebar pada

bulan Oktober untuk kesenjangan 46 poin persentase, dari 34 poin pada September. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com/