PT Best Profit Futures Surabaya

Penguatan IHSG Makin Terbatas

BEST PROFIT FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di teritori positif setelah mengakhiri sesi I di zona merah. Aksi beli investor jelang akhir waktu perdagangan membuat Indeks melesat menembus level 4.900 poin. Dua hari ini IHSG terus positif.

Menutup perdagangan, Rabu (2/7/2014), IHSG ditutup di posisi 4.908,274. Menguat 23,449 poin (0,4%). Sedangkan indeks LQ45 ditutup di posisi 831,135, menguat 6,392 poin (0,78%).

Semalam, Wall Street ditutup positif. Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P500 mencetak rekor baru. Ini karena kuatnya laporan aktivitas ekonomi sektor swasta.

Indeks Dow Jones naik 20,17 poin (0,12%) ke level 16.976. Sementara indeks S&P500 naik 1,3 poin (0,07%) ke level 1,974,62. Ini merupakan rekor tertinggi baru kedua indeks tersebut.

IHSG hari ini masih bisa menguat namun terbatas. Butuh sentimen yang positif untuk membuat IHSG melaju kencang.  (Best Profit Futures )

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik naik 4,56 poin (0,03%) ke level 15.380,71.

  • Indeks KOSPI turun 5,13 poin (0,25%) ke level 2.010,15.

Berikut prediksi sejumlah analis:

Bahana Securities

Pada perdagangan hari Rabu (2/7) IHSG ditutup menguat 23 poin (+0,5%), hingga ditutup di kisaran 4.908, di kisaran resistance 4.900. Investor asing melakukan pembelian bersih di IHSG sebesar IDR274mn dengan penyumbang penguatan terbesar antara lain UNVR, ASII, TLKM, EXCL, BBCA, SCMA and ADRO.  (Best Profit Futures )

Pada hari ini, diperkirakan IHSG berpotensi untuk menguat terbatas, dengan resistance kini berada pada kisaran 4.930, yang merupakan level standar deviasi +1 dari MA20 daily pada saat ini. Sejak tanggal 23 May 2013, level ini selalu menjadi penghambat penguatan IHSG. Potensi penguatan masih terbuka dengan target menuju kisaran 4.930.

Jika dilihat dari data mingguan, IHSG berhasil mengalami rebound pada saat menyentuh level support MA20 weekly dikisaran 4.842 yang juga merupakan level volume acc selama 1 bulan terakhir dan kini potensi penguatan untuk IHSG menuju kisaran 4.900-4.950.

Saham ADRO merupakan salah satu saham yang cukup menarik untuk diperhatikan, dikarenakan sejak bulan May, saham ini akhirnnya dapat ditutup menguat di atas level MA20 monthly, level selama 3 tahun menjadi resistance kuat, kini berubah menjadi support kuat untuk ADRO. Volume acc juga terlihat berada dikisaran IDR1,130 – IDR1,200.  (Best Profit Futures )

Trust Securities

Laju IHSG tidak jauh berbeda dibandingkan sehari sebelumnya dimana sempat mampir ke zona merah namun, mampu kembali mengakhiri lajunya di zona hijau. Meski pelaku pasar kembali mengkhawatirkan pergerakan Rupiah yang kembali melemah dan merespon negatif pemberitaan bahwa jika salah satu pasangan Capres Cawapres menang nantinya akan terjadi aksi jual besar-besaran namun, sebagian pelaku pasar lainnya masih bersikap rasional dan memanfaatkan pelemahan yang ada untuk kembali mengakumulasi.

Masih adanya aksi beli asing membuat IHSG mampu kembali bertahan di zona hijaunya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4908,27 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4879,27 (level terendahnya) jelang pre closing dan berakhir di level 4908,27. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.  (Best Profit Futures )

Pada perdagangan Kamis (3/7) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4875-4888 dan resisten 4915-4921. Three white soldier di middle bollinger band (LBB ). MACD masih naik cenderung golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan naik.

Laju IHSG bertahan tidak mendekati kisaran target support (4860-4872) dan melampaui target resisten (4895-4907). Laju IHSG diperkirakan masih akan variatif cenderung mencoba menguat dengan merespon masih terjaga positifnya sentimen global namun, juga dibarengi dengan adanya beberapa aksi jual di pasar.

   (Best Profit Futures )

Sumber dari http://finance.detik.com