PT Best Profit Futures Surabaya

Pengetahuan Perbankan di Papua Masih Minim

Best Profit Futures – Sumber daya alam di Papua sangat berlimpah. Sayang, mindset dan pengetahuan masyarakat untuk mengelola kekayaan tersebut masih minim, sehingga cenderung terbengkalai.

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Papua, Johan Kafiar, mengatakan pengetahuan masyarakat Papua di daerah pelosok tentang dunia perbankan juga sangat terbatas.

“Berdasarkan penelitian Bank Indonesia, baru 22 persen penduduk Indonesia mengenal bank.

Dan hampir semua orang di Papua belum kenal bank, kecuali mereka yang di kota.

Apalagi tentang kewirausahaan,” ujar dia saat menandatangani nota kesepahaman

dengan Prasetiya Mulya Buseiness School (PMBS) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2014). (Best Profit Futures)

Karenanya, Bank Papua melaksanakan berbagai program untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya menjalin kerjasama dengan

PMBS dalam bentuk pemberian beasiswa serta pelatihan kewirausahaan bagi tenaga pendidik dan pengusaha kecil dan menengah di Papua.

Selain itu, Johan mengaku telah mengadakan sejumlah pelatihan ke beberapa sekolah dan warga terkait dunia perbankan.

Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil tanpa ada dukungan dari pemerintah daerah (Pemda).

“Kami ke sekolah untuk melakukan edukasi tentang dunia perbankan. Diharapkan Pemda mendukung dengan bantuan infrastruktur terutama transportasi yang memadai.

Karena ada kabupaten tapi aktivitas keuangan di kota lain. Sampai kapan pun, kabupaten tersebut tidak akan maju,” tuturnya.

Johan menyatakan, masyarakat yang mendapatkan pelatihan bisa menjadi guru dan menularkan ilmu kewirausahaan maupun

perbankan yang diperoleh. Baik keuntungan dan cara menabung maupun manfaat berinvestasi. (Best Profit Futures)

“Ada masyarakat yang pikirannya maju, kami ambil jadi pegawai. Sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” kata Johan.

  (Best Profit Futures)

Empat orang tewas di sebuah taman hiburan di Australia timur,

Selasa (25/10) akibat dari apa yang dikatakan oleh para pejabat darurat sebagai œkerusakan pada wahana arung jeram.

Insiden itu terjadi di Dreamworld di Queensland pada wahana arung jeram sungai yang disebut œThunder River Rapids. (Best Profit Futures)

Gavin Fuller, penyelia senior operasi dari Dinas Ambulans Queensland, mengatakan kepada para wartawan bahwa dua orang tewas karena terpental keluar dari wahana,

sementara dua lainnya terperangkap di dalamnya. Dia mengatakan staf taman berusaha memberikan bantuan ketika personil darurat tiba,

tetapi keempat korban mengalami luka-luka œyang tidak memungkinkan mereka hidup.

Para korban tewas itu adalah dua pria dan dua wanita berusia 30-an dan 40-an tahun. (Best Profit Futures)

Polisi dan para pejabat taman mengatakan mereka sedang menyelidiki apa yang terjadi, dan bahwa mereka tidak mengetahui adanya masalah dengan wahana itu sebelumnya.

Tidak disebutkan apakah ada penumpang lain dalam rakit yang mengalami kecelakaan itu. (Best Profit Futures)

Taman ini ditutup setelah insiden tersebut.

Sumber dari http://economy.okezone.com