PT Best Profit Futures Surabaya

Penerbitan Obligasi di 2015 Masih Suram

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Nilai Penerbitan surat utang korporasi pada 2015 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan penerbitan obligasi pada 2014. Pasalnya, krisis keuangan masih melanda dan membuat pertumbuhan ekonomi global melambat.

Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia, Wahyu Trengono, mengatakan bahwa angka pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2015 sebesar 5,8 persen masih terlalu tinggi. “Pada tahun 2015 mendatang ekonomi Indonesia masih mengalami perlambatan, pemerintah terlalu optimis,” kata dia, di Jakarta, Rabu (BEST PROFIT FUTURES).

Wahyu mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih ditopang oleh pertumbuhan ekonomi China dan India. Menurutnya, kedua negara tersebut masih menjadi tujuan utama ekspor, sedangkan kedua negara tersebut mengalami perlambatan ekonomi.(BEST PROFIT FUTURES).

Faktor kedua, ekspor Indonesia masih didominasi oleh komoditi sementara harga komoditi masih belum beranjak membaik, ”Kita masih tergantung pada ekspor batu bara sedangkan saat ini harga minyak mentah turun, jika harga minyak mentah turun yang tadinya menggunakan batu bara akan beralih lagi ke minyak mentah,” jelas Wahyu.

Dia menambahkan, kedua faktor tersebut juga bakal berdampak pada penerbitan obligasi. Dia mencontohkan, pada 2011, ekonomi Indonesia tengah membaik setelah pulih dari krisis keuangan 2008. Saat itu, penerbitan obligasi naik tiga kali lipat dari nilai jatuh tempo surat utang 2010.(BEST PROFIT FUTURES).

Wahyu berpendapat, pada 2015 masih terjadi krisis keuangan. Hal itu ditandai dengan melemahnya Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan.

“Maka nilai penerbitan surat utang korporasi paling besar hanya 1,5 kali nilai surat utang jatuh tempo. Kalau 2015 terdapat Rp 33,74 Triliun yang jatuh tempo maka 2015 penerbitan obligasi hanya 1,5 kalinya,” jelas dia.

Sehingga, sepanjang 2015 surat utang korporasi yang diterbitkan sebesar Rp45-Rp50 triliun. “Angka tersebut, di dapat

dari kewajiban emiten surat utang tahun 2015 sebesar Rp33,74 Triliun dan ditambah dengan

penerbitan surat utang baru guna menggenjot kinerja emiten,” tukas dia.(BEST PROFIT FUTURES).

Sehingga, sepanjang 2015 surat utang korporasi yang diterbitkan sebesar Rp45-Rp50 triliun. “Angka tersebut, di dapat dari kewajiban emiten surat utang tahun 2015 sebesar Rp33,74 Triliun dan ditambah dengan penerbitan surat utang baru guna menggenjot kinerja emiten,” tukas dia.

Sumber dari http://economy.okezone.com/