PT Best Profit Futures Surabaya

Pendukung Prabowo Sepakat Tunggu Hasil KPU

Best Profit Futures – Kader partai pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Partai Golongan Karya dan Partai Keadilan Sejahtera sepakat tak menggunakan quick count sebagai rujukan. Quick count dipandang sebatas hasil ilmu pengetahuan yang mampu memberi gambaran sementara.

“Hasil yang jadi rujukan adalah hasil rekapitulasi nasional versi Komisi Pemilihan Umum,” ujar Sohibul Iman, kader PKS, Ahad, 13 Juli 2014.

Ia melihat aksi saling klaim kemenangan sebagai proses yang terburu-buru. Bahkan, ia menilai sebagai pembelajaran demokrasi yang buruk. Ia menganggap saling klaim kemenangan sebagai tindakan yang tak bijaksana. (Best Profit Futures)

Senada dengan Sohibul, kader Golkar Lalu Mara Satriawangsa juga mengatakan hal sama. “Lebih baik tunggu sampai KPU mengumumkan siapa yang menang,” ujar Lalu. Ia mengimbau semua pihak menghargai dan menghormati KPU.

Lalu mengatakan quick count tidak berpengaruh bagi partai. Golkar, kata dia, memilih percaya pada KPU. Ia mengaku enggan percaya dengan hasil quick count yang menurut ia bersifat proyek yang menguntungkan lembaga survei itu. Golkar juga diyakini oleh Lalu tak menjadikan quick count sebagai rujukan. (Best Profit Futures)

Beberapa jam seusai pemilihan umum, pemberitaan di media massa ramai oleh perbedaan hasil quick count yang ditayangkan di media televisi nasional. Empat lembaga tersebut, Jaringan Survei Indonesia, Indonesia Research Center, Lembaga Survei Nasional dan Pusat Kajian Pembangunan dan Kebijakan Strategis memenangkan Prabowo-Hatta di atas 52 persen. Hasil empat lembaga ini berbeda dibandingkan dengan tujuh lembaga survei lain yang mengunggulkan Jokowi-JK. Saling klaim kemenangan setelah itu mewarnai suasana pasca pemungutan suara.

  (Best Profit Futures)

industri jasa Amerika berkembang kurang dari yang diproyeksikan pada bulan Oktober, konsisten dengan pertumbuhan yang sedang pada sebagian besar perekonomian.

Indeks Institute for Supply Management™s non-manufacturing turun ke 54,8 dari 57,1 pada bulan sebelumnya atau yang terkuat dalam hampir setahun, menurut laporan kelompok yang berbasis di Tempe, Arizona, Kamis ini. Angka diatas 50 menandakan ekspansi. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyebutkan angka 56.

Perlambatan dalam pesanan dan tenaga kerja berkontribusi pada hasil yang lebih lemah bagi produsen jasa, yang menyumbang sekitar 90 persen dari perekonomian. Bersama-sama dengan survei pabrik ISM menunjukkan manufaktur berjuang untuk mendapatkan daya tariknya, angka tersebut menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih terukur pada kuartal keempat. (Best Profit Futures)

Perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg berkisar diantara 53,5-57,4. Perkiraan terbaru ini sejalan dengan rata-rata angka 54,5 untuk sembilan bulan pertama tahun ini.

Survei kelompok non-manufaktur ISM meliputi berbagai industri termasuk utilitas, ritel dan perawatan kesehatan, dan juga faktor-faktor dalam konstruksi dan pertanian.

Indeks pesanan baru jatuh ke 57,7 dari 60, sedangkan Indeks tenaga kerja menurun menjadi 53,1 dari 57,2.

Indeks aktivitas bisnis, yang sejajar dengan indeks produksi pabrik ISM, juga turun menjadi 57,7 dari bulan sebelumnya yang 60,3.

Dalam sebuah tanda bahwa inflasi meningkat, indeks kelompok dari harga yang dibayar naik ke 56,6, tertingginya sejak Agustus 2014, dari 54.

Sumber dari http://www.tempo.co