PT Best Profit Futures Surabaya

Penangkapan Lobster Dibatasi agar Tak Punah

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tangkap Saut Hutagalung mengatakan, kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat NTB soal penangkapan lobster sudah semestinya diatur dengan jelas.

Saut menjelaskan, nelayan asal NTB itu menghalalkan segala ukuran untuk ditangkap lalu diperjualbelikan ataupun di budi daya.

“Kita meminta membina mereka sampai ukuran 50-100 gram kita yang beli, yang kita bukan masalah harganya tapi sizenya,

itu sudah menghabiskan sumber daya dan menciptakan kepunahan,”

kata Saut di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (BEST PROFIT FUTURES).

Dia menuturkan, kebijakan yang dibuat oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengenai penetapan

ukuran penangkapan terhadap lobster, kepiting dan rajungan yang terdapat dalam Permen Nomor 1 Tahun 2015.

“Yang boleh ditangkap 50-100 gram itu yang kita beli,

harusnya di bawah 50 gram dibiarkan di alam, soalnya musim penangkapan hanya sebulan sampai dua bulan,

kalau semua ditangkap yang dijadikan induk yang mana, akan jadi benih semuanya,” tambahnya.

Bahkan, sambung Saut, tidak adanya pengaturan

penangkapan lobster ini pasti akan punah hanya dalam waktu hitungan beberapa tahun.

“Produsen terbesar memang bibit dari NTB, kami keberatan mereka tangkap 1-2 gram

itu ditangkap juga, memang jumlahnya banyak, nanti lima tahun akan habis,” pungkasnya.

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan komentar

minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah

Fed Bank of Presiden Richmond Jeffrey Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi.(BEST PROFIT FUTURES).

Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank

of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku bunga dan laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September.

Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo, setelah naik 0,6 persen pada Selasa,

di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74, setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.(BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com/