PT Best Profit Futures Surabaya

Pemerintah Malaysia Cek Seluruh Cokelat Cadbury

Best Profit Futures –  

Kementerian Kesehatan Malaysia melakukan analisis menyeluruh pada semua produk Cadbury Biskuit Malaysia Sdn Bhd.

Pengecekan itu guna memastikan bahwa produk yang beredari di Malaysia tidak terkontaminasi oleh DNA babi (porcine).

Pengecekan itu dilakukan setelah ditemukannya kandungan procine dalam sampel Cadbury Dairy Milk Hazelnut dan Cadbury Dairy Milk Almond Panggang.

Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr S.Subramaniam mengatakan hasil analisis tersebut baru akan terungkap beberapa bulan ke depan, karena mereka harus menjalani beberapa proses dan prosedur yang valid. (Best Profit Futures)

“Saat ini, kementerian sedang menyelidiki Cadbury di bawah Undang-Undang Pangan 1983 dan Peraturan Pangan 1985 untuk memastikan apakah

Cadbury telah atau tanpa maksud menempatkan DNA babi dalam produk susu coklat susu mereka,” katanya dalam konferensi pers, Senin (26/5/2014).

Subramaniam juga tidak menampik kemungkinan adanya DNA babi di produk lainnya. Hal itu mengacu pada kontaminasi sepanjang rantai produksi.

Sementara itu, Direktur Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Konsumerisme Mohd Roslan Mahayuddin mengatakan, jika terbukti bersalah, maka terancam sanksi pidana.

“Untuk perusahaan, mereka bisa menghadapi denda maksimum 250 ribu ringgit Malaysia,” katanya kepada wartawan

(Best Profit Futures)

Minyak mempertahankan kerugian didekat penutupan terendah dalam tujuh minggu karena Iran meningkatkan produksinya dan karena produsen minyak AS

meningkatkan jumlah rig aktif untuk yang terbesar sejak Februari, menandakan bertahannya kelimpahan pasokan global.

Minyak berjangka naik 0,4 persen di New York setelah jatuh 4,1 persen selama dua sesi sebelumnya.

Produksi dari tiga lading di Iran barat meningkat menjadi sekitar 250.000 barel dalam sehari dari 65.000 barel pada tahun 2013, lebih cepat dari yang diharapkan,

berita dari kementerian minyak Shana melaporkan pada hari Minggu. Rig AS menargetkan minyak mentah naik 2 hingga 452 pada pekan lalu,

menurut data dari Baker Hughes Inc. pada hari Jumat, karena peningkatan efisiensi pengeboran telah memungkinkan produsen minyak untuk terus memperluas kerja ladang minyak.

Minyak tergelincir di bawah $ 45 per barel menyusul kegagalan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada bulan lalu menyepakati kuota produksi untuk masing-masing negara.

Target harus disepakati sebelum kesepakatan kelompok untuk memotong produksi dapat diselesaikan pada pertemuan 30 November mendatang.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan pada akhir pekan bahwa (Best Profit Futures)

anggota harus setuju untuk menerapkan penurunan produksi yang diusulkan untuk membantu menyeimbangkan pasar.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember berada di level $ 43,57 per barel di New York Mercantile Exchange,

naik 16 sen, pada pukul 11:06 siang di Sydney. Total volume perdagangan sekitar 45 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Januari berada di $ 44,86 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, naik 11 sen. (Best Profit Futures)

Minyak mentah acuan global diperdagangkan sampai Januari lebih besar 61 sen dari WTI.

Kegagalan OPEC untuk melaksanakan kesepakatan bisa menyeret turun minyak mentah ke level $ 35 per barel, sementara kesuksesan

pada pertemuan kelompok di Wina dapat mendorong minyak ke $ 60, kata ketua eksekutif PIRA Energy Group, Gary Ross. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com