PT Best Profit Futures Surabaya

Pemerintah Jangan Paksa Bank BUMN Merger

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Ketua Umum Himpunan Bank Negara (Himbara) Gatot Suwondo menilai pemerintah sebaiknya tidak memaksa bank-bank

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan merger.

Pasalnya keempat bank BUMN yang ada saat ini merupakan perseroan terbuka yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga akan membutuhkan waktu yang lama untuk proses merger.

“Butuh Modal lagi, tukar-tukar saham lagi apa enggak jelimet? Habis waktu, Lebih baik apa adanya sekarang lah, kan capek ngurusin ini itu,

enggak bisa semena-mena karena ini perusahaan publik,” ungkap Gatot, Kamis (BEST PROFIT FUTURES).

Menurutnya banyak hal yang harus di pertimbangkan sebelum melakukan marger. Salah satunya adalah sebagai perusahaan terbuka bank tidak mungkin mengabaikan pemilik saham minoritas.(BEST PROFIT FUTURES).

“Investor ke empat bank BUMN itu ada yang investor institusi dan ritel yang

mengharapkan setiap Rp1 yang ditanamkan maka seminggu kemudian akan menjadi Rp5,” lanjutnya.

“Kalau mau merger kenapa tidak dari dulu membuat bank BUMN hanya satu, tidak empat? Kenapa dulu enggak bikin satu saja ?

Kenapa baru sekarang mau ada merger saat semua lagi sama-sama untung?” tukasnya.(BEST PROFIT FUTURES).

Jumlah izin bangunan rumah Australia jatuh pada bulan Agustus dari bulan Juli.

Izin untuk membangun atau merenovasi rumah dan apartemen turun 1,8% dari bulan Juli, dan naik 10,1% dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Australia mengatakan Selasa.

Pada bulan Juli izin naik 12% untuk bulanan.

Izin untuk membangun rumah turun 1,3% pada bulan Agustus, sedangkan izin untuk apartemen dan tempat tinggal lainnya turun 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama.

Australia berada di tengah-tengah ;booming™ konstruksi perumahan, yang membantu untuk mendukung pertumbuhan PDB yang kuat. Rekor suku bunga rendah dan jatuhnya angka pengangguran mendasari permintaan pembangunan.

Laju pembangunan perumahan telah meningkatkan pasokan dalam waktu-waktu sekarang sehingga membantu meredakan kekhawatiran di Reserve Bank of Australia tentang harga rumah, yang naik lebih dari 40% sejak 2012.(BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com