PT Best Profit Futures Surabaya

Pemerintah Diminta Lakukan Subsidi Silang untuk BBM

Best Profit Futures – Besarnya alokasi subsidi BBM di APBN telah menyandera pemerintah dari rezim ke rezim. Namun dengan mekanisme subsidi silang versi Rizal Ramli, persoalan  itu bisa diselesaikan.

”Sebetulnya ada langkah sederhana tapi cerdas untuk menyelesaikan ruwetnya  subsidi BBM.

Caranya, lakukan subsidi silang. ’Paksa’ kalangan menengah atas membayar lebih mahal daripada rakyat kelompok bawah.

Maka, bukan saja problem subsidi hilang, pemerintah justru meraih keuntungan dari pos anggaran ini,” ujar ekonom senior Rizal Ramli dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (10/9/2014). (Best Profit Futures)

Seperti diketahui, di ujung kekuasaannya Presiden SBY mencantumkan subsidi BBM di RAPBN 2015 sebesar Rp363,5 triliun.

Angka inilah yang disebut-sebut membahayakan APBN. Guna menyelamatkan APBN yang bakal jebol, banyak kalangan, mendesak agar subsidi BBM dikurangi.

Sejumlah ekonom yang bernaung di Rumah Transisi Jokowi-JK bahkan mendesak pemerintah segera menaikkan harga BBM sekitar Rp3.000/liter.

Jika usulan ini disetujui, akibatnya lebih dari 10 juta rakyat Indonesia yang selama ini statusnya near poor alias hampir miskin, tiba-tiba saja jadi benar-benar miskin. (Best Profit Futures)

Angka ini muncul jika menggunakan patokan Bank Dunia, bahwa orang miskin adalah yang berbelanja kurang dari USD2/hari. Siapa saja mereka ini?

Data Korlantas tahun 2014 Mabes Polri menyebutkan, saat ini ada sekitar 86,3 juta pengguna sepeda motor. Jumlah ini ditambah dengan 2,2 juta nelayan dan 3 juta angkutan umum. Jumlah kelompok ini total sekitar 91,5 juta.

Semuanya mengonsumsi BBM jenis premium dengan harga Rp6.500/liter. Di luar mereka adalah masyarakat menengah ke atas yang berjumlah 10,5 juta orang yang menggunakan mobil pribadi.

  (Best Profit Futures)

Angka ini muncul jika menggunakan patokan Bank Dunia, bahwa orang miskin adalah yang berbelanja kurang dari USD2/hari. Siapa saja mereka ini?

Data Korlantas tahun 2014 Mabes Polri menyebutkan, saat ini ada sekitar 86,3 juta pengguna sepeda motor. Jumlah ini ditambah dengan 2,2 juta nelayan dan 3 juta angkutan umum. Jumlah kelompok ini total sekitar 91,5 juta.

Semuanya mengonsumsi BBM jenis premium dengan harga Rp6.500/liter. Di luar mereka adalah masyarakat menengah ke atas yang berjumlah 10,5 juta orang yang menggunakan mobil pribadi. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com