PT Best Profit Futures Surabaya

Pelemahan IHSG Masih Terjadi

Best Profit Futures –  Tidak disangka laju IHSG yang awalnya bergerak positif, jelang akhir sesi langsung terpelanting ke zona merah. Bahkan laju ini terlihat anomali dibandingkan dengan pergerakan bursa saham Asia yang mulai berbalik positif dan Rupiah yang juga berbalik terapresiasi. Pelaku pasar juga tampaknya masih dalam posisi jualan. Entah kebetulan atau tidak namun, pelemahan ini seiring dengan kian gencarnya tuntutan untuk pilkada melalui DPRD (tidak langsung).

Transaksi asing pun masih melanjutkan nett sell yang kemungkinan merespon berita yang dianggap negatif tersebut. Apalagi tuntutan tersebut datang dari koalisi yang berseberangan dengan koalisi JKJK sehingga timbul penilaian negatif jika nantinya program-program JKJK akan banyak yang tidak disetujui. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5207,20 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5174,01 (level terendahnya) jelang pre closing dan berakhir di level 5174,01. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell. (Best Profit Futures)

Masih berlanjutnya penguatan Yen membuat laju US$ terlihat melemah sehingga dimanfaatkan pelaku pasar untuk beralih terhadap Yen dan beberapa mata uang emerging market, termasuk Rupiah. Tentu saja, sentimen tersebut membuat laju Rupiah kembali terapresiasi. Di sisi lain, masih cenderung melemahnya harga minyak mentah dunia membuat persepsi akan beban defisit neraca perdagangan dapat diminimalisir. Laju Rupiah di atas level support 11995. Diharapkan masih adanya sentimen positif untuk membuat Rupiah melanjutkan kenaikannya. Rp11979-11970 (kurs tengah BI).

Turunnya indeks manufaktur Jepang yang dibarengi dengan rilis pidato PM Jepang, Shinzo Abe, bahwa pemerintahannya bersama BoJ akan menjaga nilai Yen dan mencermati dampak pelemahan Yen terhadap perekonomian lokal membuat nilai Yen melanjutkan penguatan dan membuat Nikkei melemah namun, tidak terlalu berimbas pada laju bursa saham China yang mampu melanjutkan positif seiring spekulasi rendahnya produksi batubara dapat meningkatkan harganya. Sentimen ini membuat laju saham-saham pertambangan bergerak positif.

Laju bursa saham Eropa mampu berbalik positif seiring rilis kenaikan IFO business climate Jerman dan consumer confidence Italia. Setidaknya rilis tersebut dapat mengimbangi sentimen dari pelemahan rilis indeks manufaktur sebelumnya.

Laju bursa saham AS diharapkan dapat mengalami kenaikan seiring dengan imbas mulai berbalik naiknya laju bursa saham Eropa dan menguatnya data new home sales. Rilis data tersebut dapat mengimbangi rilis penurunan house price index sebelumnya. (Best Profit Futures)

Pada perdagangan Kamis (25/9) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5159-5169 dan resisten 5188-5210. Inverted hammer di area middle bollinger band (MBB ). MACD masih mendatar dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan. Laju IHSG di kisaran target support (5172-5179) dan sempat bergerak di kisaran target resisten (5192-5207). Pergerakan anomali tersebut mengurangi potensi IHSG untuk berbalik arah menguat. Namun demikian, diharapkan pelemahan yang terjadi dapat positif.

  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com