PT Best Profit Futures Surabaya

Pecandu Smartphone Lebih Puas dengan Pekerjaannya

Best Profit Futures – Sebuah survei menyebut pengguna smartphone yang adiktif justru dianggap merasa lebih puas dengan pekerjaannya. Hmm… Seperti apa hubungannya?

Survei tersebut dilakukan oleh Sooyeol Kim yang merupakan salah satu doktor di universitas Kansas.

Berdasarkan survei yang dilakukannya diketahui kehadiran smartphone saat ini dapat meningkatkan kepuasan bekerja.

Sebelum kehadiran smartphone, menurutnya, pekerja kerap mencuri waktu untuk menyegarkan pikiran. Cara yang umum dilakukan adalah dengan menghampiri rekan kerja untuk mengobrol sambil berpura-pura mengambil air minum.

Namun cara tersebut dianggap Kim tak memberi pengaruh apapun untuk melepas kepenatan di kantor. Berbeda dengan saat ini dimana pekerja dapat mencari hiburannya sendiri di smartphone miliknya, dengan sekadar melihat-lihat status Facebook teman ataupun bermain game.

Seperti dilansir Ubergizmo, Kamis (10/7/2014), survei yang dilakukan Kim melaporkan cara ini ternyata dapat meningkatkan kepuasan bekerja.  (Best Profit Futures)

Sebab setelah menghibur dirinya menggunakan smartphone, pikiran pekerja dinilai bakal kembali segar sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas dengan semangat.

Tapi yang namanya survei hasilnya memang tak selalu dapat dijadikan acuan. Hasil survei terkadang bersifat parsial dan tak selalu bisa digeneralisir.

Pun demikian, tak ada salahnya survei yang dilakukan Kim menjadi bahan masukan pengguna smartphone. Lantas, apakah anda merasakan hal yang sama?

   (Best Profit Futures)

industri jasa Amerika berkembang kurang dari yang diproyeksikan pada bulan Oktober, konsisten dengan pertumbuhan yang sedang pada sebagian besar perekonomian.

Indeks Institute for Supply Management™s non-manufacturing turun ke 54,8 dari 57,1 pada bulan sebelumnya atau yang terkuat dalam hampir setahun, menurut laporan kelompok yang berbasis di Tempe, Arizona, Kamis ini. Angka diatas 50 menandakan ekspansi. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyebutkan angka 56.

Perlambatan dalam pesanan dan tenaga kerja berkontribusi pada hasil yang lebih lemah bagi produsen jasa, yang menyumbang sekitar 90 persen dari perekonomian. Bersama-sama dengan survei pabrik ISM menunjukkan manufaktur berjuang untuk mendapatkan daya tariknya, angka tersebut menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih terukur pada kuartal keempat.  (Best Profit Futures)

Perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg berkisar diantara 53,5-57,4. Perkiraan terbaru ini sejalan dengan rata-rata angka 54,5 untuk sembilan bulan pertama tahun ini.

Survei kelompok non-manufaktur ISM meliputi berbagai industri termasuk utilitas, ritel dan perawatan kesehatan, dan juga faktor-faktor dalam konstruksi dan pertanian.

Indeks pesanan baru jatuh ke 57,7 dari 60, sedangkan Indeks tenaga kerja menurun menjadi 53,1 dari 57,2.  (Best Profit Futures)

Indeks aktivitas bisnis, yang sejajar dengan indeks produksi pabrik ISM, juga turun menjadi 57,7 dari bulan sebelumnya yang 60,3.

Dalam sebuah tanda bahwa inflasi meningkat, indeks kelompok dari harga yang dibayar naik ke 56,6, tertingginya sejak Agustus 2014, dari 54.  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://inet.detik.com