PT Best Profit Futures Surabaya

Pasokan Minyak Mentah AS Menguat, Minyak Turun ke Satu-Minggu Terendah

Best Profit

Pasokan Minyak Mentah AS Menguat, Minyak Turun ke Satu-Minggu Terendah

Best Profit Futures – Minyak turun ke terendah satu minggu setelah laporan pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS secara tak terduga naik pada minggu lalu.

Pasokan minyak mentah naik 2,5 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 19 Agustus, menurut laporan Energy Information Administration.

Survei Bloomberg menjelang rilis data telah memperkirakan penurunan sebesar 850.000 barel. Cadangan minyak berada pada tingkat musiman tertinggi setidaknya sejak 1986.

Kementerian minyak Iran mengatakan negaranya belum memutuskan apakah akan bergabung dalam pembicaraan resmi

OPEC bulan depan di Algiers menyusul laporan Reuters bahwa Iran telah mengkonfirmasi kehadirannya. (Best Profit Futures)

Minyak mentah memasuki bull market pada Kamis lalu, kurang dari tiga minggu setelah jatuh ke bear market.

Harga minyak mentah sebagian melonjak terkait spekulasi bahwa diskusi informal antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dapat menyebabkan tindakan untuk menstabilkan pasar.

Menteri Perminyakan Irak Jabbar Al-Luaibi telah meminta perusahaan-perusahaan internasional menaikkan produksi untuk meningkatkan pendapatan nasional.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun $ 1,33, atau 2,8 persen, untuk ditutup di level $ 46,77 per barel di New York Mercantile Exchange.

Ini adalah penutupan terendah sejak 16 Agustus. Jumlah volume yang diperdagangkan adalah 3,5 persen di atas rata-rata 100-hari.(Best Profit Futures)

Minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 91 sen, atau 1,8 persen, ke $ 49,05 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ditutup lebih besar $ 2,28 dari WTI.

Sedangkan Emas berjangka menetap di level satu bulan terendah

Emas berjangka mengalami kerugian tajam hari Rabu seiring para pedagang mengharapkan kejelasan tentang lajur jangka pendek untuk suku bunga AS dari pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen akhir pekan ini.

Emas untuk pengiriman Desember kehilangan $ 16,40, atau 1,2%, untuk menetap di level $ 1,329.70 per ounce. Itu merupakan penutupan terendah untuk emas berjangka sejak 26 Juli, menurut data FactSet.

Logam mulia dan dolar telah berganti posisi satu sama lain di tengah pergeseran harapan tentang kebijakan suku bunga AS,

terutama menjelang pidato yang dicermati pasar di Jackson Hole, Wyoming, di mana Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara pada hari Jumat.

Dolar pada sebagian besar hari menguat terhadap rival utama nya, meninggalkan Indeks Dolar naik tipis 0,2%. Saham AS,

sementara itu, tida memiliki arah yang jelas seiring investor menunggu petunjuk dari Fed berikutnya.

Dolar yang menguat cenderung membuat harga emas dalam mata uang ini menjadi kurang menarik bagi investor.

Suku bunga yang lebih tinggi juga dapat membuat investor menjauh dari aset nonyielding seperti emas sehingga menguntungkan aset alternative lain yang biasanya berkinerja ebih baik dalam iklim kenaikan suku bunga.(Best Profit Futures)

Sumber: MarketWatch