PT Best Profit Futures Surabaya

Pasar Musik Digital Terbuka Luas

Best Profit Futures – Distribusi dan cara menikmati musik sudah bergeser dari semula dalam bentuk album fisik menjadi musik digital. Masyarakat pun mulai beralih mengkonsumsi musik digital. Sehingga para musisi meyakini bahwa pasar musik digital di Indonesia terbuka luas.

Pencipta lagu sekaligus produser Rummy Aziez mengatakan, saat ini mendengarkan musik secara streaming memiliki keunggulan tersendiri bagi konsumen. Namun juga merupakan alur produksi yang lebih ringkas dan efisien bagi perusahaan rekaman atau label.

“Streaming berbeda dengan mengunduh. Secara teknis, streaming tidak lepas dari mengunduh, hanya saja konsumen tidak perlu menyimpannya di hard drive,” jelasnya dalam acara Seminar Nasional ‘Peluang Distribusi Digital di Indonesia’, yang digelar oleh PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) Pusat dan PAPPRI Jatim, di Hotel Twin Surabaya, Senin (22/9/2014).  (Best Profit Futures)

Menurut dia, keuntungannya streaming akan menjadi pasar baru bagi masa depan musik, khususnya di Indonesia. Melalui streaming, musik digital dapat dinikmati kapan pun dan dimanapun. Sebab, streaming merupakan alternatif konsumsi legal musik digital.

“Peluangnya besar karena semua orang sudah memiliki smartphone. Tinggal bagaimana menyadarkan mereka agar melek dengan konten digital yang legal dan berbayar. Bukan sekadar mengunduh untuk gratisan,” imbuhnya.

Dengan demikian, lanjut Rummy, bicara tentang digital musik tidak lepas dari kualitas musik itu sendiri. Ketika menjual musik digital, kualitas lagu menjadi hal yang sangat penting. Hal tersebut menjadi faktor pendukung pemasukan bagi perusahaan rekaman atau berupa royalti yang didapat para musisi.  (Best Profit Futures)

“Sedangkan terkait royalti dan hak cipta masih terus digodok pemerintah. Namun yang lebih penting dari industri musik digital ini adalah kualitas karya musisi itu yang bersaing,” jelasnya.

Sementara, ditambahkan Onny Robert, Business Development Guvera Indonesia, penjualan album fisik telah berkurang 90 persen. Sedangkan banyak industri musik di Indonesia yang menggunakan distribusi digital. “Di Indonesia belum ada data valid tentang berapa jumlah penggunanya. Tapi apa yang terjadi di Amerika sama dengan di Indonesia dua sampai tiga tahun kedepan,” bebernya.  (Best Profit Futures)

Perlu diketahui, berdasarkan data Nielson & Billboard 2013 US Music Report, konsumsi musik di USA pada tahun 2013 melalui musik streaming sebanyak 118 miliar atau meningkat 32 persen dari tahun sebelumnya, musik digital atau download sebanyak 1,3 miliar yakni menurun 6 persen dari tahun sebelumnya, dan album fisik atau CD hanya 172 juta yakni merosot 13 persen.

“Artinya luar negeri sudah mengkonsumsi musik lewat streaming , sedangkan Indonesia baru berjalan,” tandasnya.  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://beritajatim.com