PT Best Profit Futures Surabaya

Pandangan Menarik Seedorf Mengenai Terzo Tempo

Best Profit Futures – Mantan pelatih AC Milan, Clarence Seedorf mengaku dirinya prihatin dengan jumlah pelatih kulit hitam yang kini berkiprah di Eropa.

Ia juga berkomentar terkait kemungkinan dirinya akan melatih tim Serie A lainnya dalam waktu dekat dan sebuah opini menarik mengenai seremoni kecil usai pertandingan.

Cerita Seedorf sebagai allenatore di mantan klubnya memang tak berjalan mulus pada akhir musim lalu. Walau sempat memberikan dampak perbaikan pada

pola permainan Rossoneri musim lalu, nyatanya ia malah disisihkan oleh klub dari posisi pelatih kepala Milan.

Kini tempatnya sebagai juru taktik Rossoneri digantikan mantan rekan satu timnya di Milan, Filippo Inzaghi. Akan tetapi pria yang pernah membela

Real Madrid itu hingga kini memiliki kontrak dengan Milan dan kabarnya tak akan menerima pinangan tim

Serie A manapun dan opininya terkait minimnya pelatih berkulit hitam yang melatih tim level tinggi saat ini.

“Apakah saya akan kembali ke Italia sebagai seorang pelatih? Tidak, saya masih memiliki kontrak dengan Milan,” ujar Seedorf kepada Gazzetta dello Sport, Jumat (12/9/2014).  (Best Profit Futures)

“Saya sedih melihat hanya sedikit pelatih kulit hitam saat ini. Dari mereka yang telah pensiun bermain, berapa banyak yang menjadi seorang pelatih?

Benar seharusnya kita tak memandang seseorang dari warna kulitnya, tapi ini adalah salah satu aspek sepakbola. Banyak solusi yang telah ditawarkan,

tetapi belum ada yang benar-benar menjaminnya,” tambahnya.  (Best Profit Futures)

Selanjutnya, pria berdarah Suriname itu juga menjawab pertanyaan istilah ‘Terzo Tempo’, sebuah seremoni kecil dilakukan kedua tim usai pertandingan dengan bersalaman kepada masing setiap lawannya.

“Fiorentina telah memulai tradisi ini, lalu saya tak tahu kenapa ide ini dihentikan. Saya rasa seharusnya hal itu terus dilakukan.

Seperti di Rugby, karena ini menyangkut perubahan dalam pendekatan psikologis kepada hasil laga itu sendiri,” lanjut pria berjuluk Il Professore itu.

“Dengan protokol yang berbeda kita semua harus menerima kekalahan. Selama tiga menit kalian harus bersalam dengan para lawan, karena pertandingan telah usai. Ini bisa menjadi sebuah evolusi budaya dan sebuah edukasi bagi mereka yang menyaksikan kita,” paparnya.

   (Best Profit Futures)

sumber dari http://bola.okezone.com/