PT Best Profit Futures Surabaya

OJK Izinkan Bank BUKU I Punya Ikut Lakupandai

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyosialisasikan layanan keuangan tanpa kantor (branchless banking).

Namun, aturan ini tidak berlaku bagi bank umum kelompok BUKU I, yakni Bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun.

Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan Layanan

Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Lakupandai) ini berbeda dengan aturan branchless banking.

“Khusus untuk Laku Pandai bank kelompok BUKU I bisa mengajukan untuk program ini, karena sudah ada aturannya yang

penting bisa memiliki internet banking untuk Laku Pandai ini,” ungkap dia di Gedung Sumitro Djojohadikusumo, Jakarta, Rabu, (BEST PROFIT FUTURES).

Dia menjelaskan, meski Bank Indonesia (BI) sebagai regulator di sistem pembayaran melarang bank kelompok BUKU I untuk memiliki internet banking,

namun hal tersebut dikecualikan bagi bank BUKU I yang ingin mengikuti program Laku Pandai ini.

“Kita di OJK ada pembicaraan dari BI bahwa untuk bank BUKU I ini khusus untuk Laku Pandai di izinkan, karena ini masalah payment dan sistem,” tambah dia. (BEST PROFIT FUTURES).

Selain itu, OJK bank kelompok BUKU I bisa mengikuti program Laku Pandai selama memilki internet banking. Menurutnya, selama bank BUKU I

memenuhi persyaratan yang diterapkan oleh OJK, maka bank tersebut diperbolehkan untuk mengikuti Laku Pandai.

“Yang jelas tidak fair kalau bank BUKU I yang tersebar lebih banyak tidak bisa ikut program ini,” tandasnya. (BEST PROFIT FUTURES).

 “Kita di OJK ada pembicaraan dari BI bahwa untuk bank BUKU I ini khusus untuk Laku Pandai di izinkan, karena ini masalah payment dan sistem,” tambah dia.

Selain itu, OJK bank kelompok BUKU I bisa mengikuti program Laku Pandai selama memilki internet banking. Menurutnya, selama bank

BUKU I memenuhi persyaratan yang diterapkan oleh OJK, maka bank tersebut diperbolehkan untuk mengikuti Laku Pandai. (BEST PROFIT FUTURES).

“Yang jelas tidak fair kalau bank BUKU I yang tersebar lebih banyak tidak bisa ikut program ini,” tandasnya.

Sumber dari http://economy.okezone.com