PT Best Profit Futures Surabaya

OJK Ingatkan Pendanaan Pasar Modal Jadi Solusi

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perekonomian Indonesia akan menghadapi tantangan berat di 2015.

Karenanya, diharapkan perusahaan dapat memanfaatkan pendanaan dari pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan, industri jasa keuangan

diharapkan menyiapkan dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan di 2015. (BEST PROFIT FUTURES)

“Kami menginginkan agar jumlah perusahaan, termasuk BUMN, yang memanfaatkan (BEST PROFIT FUTURES)

pendanaan melalui pasar modal bisa meningkat secara signifikan,” tutur Muliaman di Jakarta,Jumat (16/1/2015).

Muliaman menjelaskan, tahun ini OJK berencana mengarahkan industri keuangan kepada tiga prioritas hal,

meliputi mengoptimalkan peran sektor jasa keuangan dalam meningkatkan kegiatan perekonomian.(BEST PROFIT FUTURES)

Selain itu, juga daya tahan sektor keuangan, mewujudkan stabilitas perekonomian

dan mendukung pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan akses keuangan dan kemandirian finansial masyarakat.

Muliaman mengatakan, para pelaku jasa keuangan dapat memanfaatkan momentum reformasi struktural yang sudah dimulai Presiden Joko Widodo.

Melalui penyediaan infrastruktur dasar dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan di daerah.(BEST PROFIT FUTURES)

“Guna mengarahkan tujuan tersebut, maka OJK telah mengeluarkan berbagai inisiatif, seperti mendorong pendanaan yang besar dan bersifat jangka panjang dari pasar modal,” jelas dia.

Selain itu, dia mengatakan OJK akan berupaya meningkatkan pendalaman pasar modal, terutama di sisi penawaran, meliputi penyederhanaan proses penawaran umum,

perluasan jenis produk investasi dan peningkatan kualitas profesi. “Lembaga penunjang, perusahaan efek dan manajer investasi,” tukas dia.

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 50 per barel seiring data pemerintah

AS menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kelima sehingga memangkas pemangkasan stok yang ada.

Minyak berjangka turun 0,3 persen di New York setelah naik 2,3 ‹‹persen hari Rabu untuk mendapatkan penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Stok minyak mentah turun di bawah 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak Januari setelah stok turun 2,98 juta barel pekan lalu,

Administrasi Informasi Energi melaporkan. (BEST PROFIT FUTURES)

Survei Bloomberg memperkirakan kenaikan pada stok. Minyak akan terhenti di level $ 55 per barel seiring kembali beroperasinya pengebor minyak serpih AS,

menurut Goldman Sachs Group Inc.

Minyak telah naik sekitar 11 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak pekan lalu sepakat untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. OPEC, yang memompa keluaran pada level rekor bulan September, akan memutuskan kuota pembatasan pada pertemuan resmi kelompok ini di Wina pada 30 November mendatang. Semntara itu, badai Hurricane Matthew semakin menguat dan saat ini mendekati pantai Timur AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November di level $ 49,69 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 14 sen, pada pukul 08:01 pagi waktu Hong Kong. Kontrak naik $ 1.14 ke level $ 49,83 pada hari Rabu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 29 Juni, total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 76 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga naik 7,9 persen bulan lalu.

Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 14 sen ke level $ 51,72 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tersebut naik 2 persen ke level $ 51,86 pada hari Rabu. Indeks acuan global ini diperdagangkan pada $ 1,46 premium untuk untuk bulan Desember WTI.

Sumber dari http://economy.okezone.com