PT Best Profit Futures Surabaya

OJK Beri Dua Cara Tingkatkan Modal Kerja Bersih

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada dua alternatif yang bisa dilakukan perusahaan efek anggota bursa (PE-AB) dengan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD).

Pasalnya, modal kerja bersih akan naik dari Rp25 miliar ke Rp100 miliar.

“Ketika itu (kenaikan batas minimal MKBD) berlaku, ada dua alternatif yang mereka (PE-AB) lakukan kalau mereka tidak mau menaikan permodalan,”

ungkap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito usai Workshop Nasional bertajuk

“Pembiayaan Alternatif Melalui Pasar Modal Bagi Kota/ Kabupaten di Indonesia” di Jakarta, Kamis (BEST PROFIT FUTURES)

Adapun, cara tersebut pertama dengan melakukan konsolidasi (merger) sesama PE-AB kecil agar permodalannya meningkat.

Pasalnya,saat ini tercatat ada 19 PE-AB yang memiliki MKBD di bawah Rp 30 triliun,

jika terjadi konsolidasi, jumlah PE-AB bisa menyusut menjadi kurang dari 116 PE-AB.

“Di satu sisi ini bisa mengurangi tugas Bursa, PE yang diawasi menjadi semakin sedikit, bisa jadi menjadi hanya tinggal 60 an PE-AB

, meski di satu sisi nilai transaksi yang mereka tangani semakin meningkat,” tuturnya.

Sedangkan alternatif kedua, dengan menjadi Perusahaan Efek non-Anggota Bursa, agar persyaratan permodalan yang dikenakan tidak setinggi PE-AB.

“Jalan kedua ya turun pangkat kalau mereka tetap mau eksis di dunia usaha pasar modal,” ucapnya.

Lebih lanjut Ito memaparkan, kenaikan batas minimal permodalan lazim terjadi di berbagai perusahaan, seiring pertumbuhan industri.

Misalnya, di industri perbankan pada 1988 an. minimal permodalan yang diwajibkan hanya Rp 10 miliar hingga saat ini mencapai Rp 1 triliun.

“Begitu juga bagi perusahaan efek, transaksi makin tinggi modal harus nambah, untuk memelihara sistem dan sebagainya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ito memaparkan, kenaikan batas minimal permodalan lazim terjadi di berbagai perusahaan, seiring pertumbuhan industri. Misalnya, di industri perbankan pada 1988 an.

minimal permodalan yang diwajibkan hanya Rp 10 miliar hingga saat ini mencapai Rp 1 triliun.

“Begitu juga bagi perusahaan efek, transaksi makin tinggi modal harus nambah,

untuk memelihara sistem dan sebagainya,” imbuhnya. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com