PT Best Profit Futures Surabaya

Nilai Transaksi Harian BEI Melesat 42,17%

Best Profit
Best Profit Futures – Rata-rata nilai transaksi harian di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini mengalami kenaikan 42,17% menjadi Rp8,69 triliun dari Rp6,11 triliun akhir pekan lalu.

Namun, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 0,39% dan frekuensi turun 3,53%.

Best Profit Futures –Sementara, investor asing sepanjang perdagangan pekan ini mencatatkan beli bersih di pasar modal Indonesia dengan nilai Rp5,93 triliun. Secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih dengan nilai Rp14,01 triliun.

Kepala Komunikasi Perusahaan Dwi Shara Soekarno menyampaikan, kapitalisasi pasar BEI sepanjang pekan ini meningkat menjadi Rp5.340,98 triliun dari Rp5.187,53 triliun pada akhir pekan sebelumnya.(Best Profit Futures)

Pihaknya juga tidak lupa terus berinovasi jelang Lebaran. “Sepekan menjelang hari raya Idul Fitri, BEI terus melakukan inovasi untuk mengembangkan pasar modal,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/7/2016).

Salah satu inovasi, kata dia, dengan meresmikan Pusat Informasi Go Public. Peresmian ini dilakukan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi mengenai go public

dan keuntungan berstatus sebagai perusahaan tercatat di BEI.

“Kegiatan korporasi BEI lainnya adalah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bursa Efek Indonesia tahun 2016,” katanya.(Best Profit Futures)

Selain itu, lanjut Dwi, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2016 adalah 34 Emisi dari 28 Emiten senilai Rp49,69 triliun.

Dengan pencatatan ini maka total emisi tercatat di BEI berjumlah 291 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp273,07 triliun dan USD100 juta.

“Diterbitkan oleh 103 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp1.607,40 triliun dan USD1.240 juta dan lima EBA senilai Rp1,95 triliun,” pungkas dia.

Selain itu Bos BEI Sebut Tax Amnesty Kerek IHSG ke Level 5.000

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengungkapkan,

disahkannya Undang-Undang (UU) pengampunan pajak atau tax amnesty memberikan sentimen positif ke pasar saham.

Hasilnya membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkerek naik bergerak ke level 5.000.(Best Profit Futures)

“Begini, kalau tanya saya, sebagian yes (karena) tax amnesty. Walaupun sebagian adalah semuanya pelan-pelan mulai panen aktivitas,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Efek tax amnesty, kata Tito, sudah mulai kelihatan karena menambah likuiditas dan membuat suku bunga acuan turun. Hal itu membuat dana investor asing yang masuk jadi naik.

Selain itu, lanjut dia, tax amnesty juga bisa memperbaiki neraca pembayaran Indonesia.

Sebab, Indonesia sebenarnya masuk ke dalam kategori negara sehat tapi kekurangan likuiditas.

“Lucunya negara kita ini, loan to GDP hanya 30%-an, sangat sehat, berapa negara lain 70% tapi loan to deposit ratio kita itu 90%. Jadi, negara kita sehat tapi tidak likuid,” sambungnya

Dia mencontohkan, loan to deposit ratio negara seperti Singapura sudah 100% tapi loan to GDP ratio rendah.

“Sebenarnya dia tidak sehat tapi likuid, uang masuk dari mana? Apa sih yang dia punya? Contohnya sumber daya alam enggak ada,” tutur dia.

Menurutnya, dengan ditariknya dana di luar negeri ke Tanah Air bisa membuat neraca pembayaran lebih bagus,

inflasi terjaga, dan ekonomi membaik.

Investor asing juga terlihat sudah mengapresiasi kebijakan tax amnesty ini.

“Dengan kita tarik ke Indonesia, kita jadi lebih sehat, kalau lebih sehat maka balance of payment bagus, inflasi terjaga, ekonomi membaik.

Ini diapresiasi asing, sangat bullish bisa dilihat lima hari di atas Rp4 triliun nett buy,” pungkasnya.

Adapun, investor asing mengetahui dua dari tiga pintu masuk tax amnesty ada di pasar modal

yakni manajer investasi dan perusahaan efek dengan sisanya adalah perbankan.

(Best Profit Futures)

Sumber :sindonews.com

Simpan