PT Best Profit Futures Surabaya

Nikkei Tertekan Data Penjualan Ritel

Best Profit Futures – Bursa saham Jepang, Nikkei, melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (28/1), mengikuti penurunan Wall Street pada Rabu kemarin,

dan mengabaikan pelemahan yen terhadap dollar. Selain itu penurunan penjualan ritel Jepang juga turut menyeret bursa.

Wall Street melemah setelah Federal Reserve AS di akhir rapat moneter pertama tahun ini menunjukkan kecemasan akan kondisi ekonomi dan finansial global.

The Fed dalam rapat tersebut mempertahankan suku bunga <0,5% sesuai dengan perkiraan pelaku pasar. (Best Profit Futures)

Kementerian Perekonomian Jepang melaporkan penjualan ritel di bulan Desember turun 1,1% dari periode yang sama tahun 2014, mencerminkan dampak dari rendahnya harga minyak,

serta menunjukkan lemahnya demand rumah tangga di perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut.

Jika dibandingkan bulan sebelumnya, penjualan ritel di bulan Desember turun 0,2%. Bank of Japan hari ini memulai rapat selama dua hari, dan akan mengumumkan hasilnya pada Jumat besok.

Setelah sempat melemah 1%, spot Nikkei berhasil memangkas pelemahan menjadi 0,2% di level 17126,25. Sementara Nikkei Futures diperdagangkan dikisaran 17150

Setidaknya 15 warga sipil tewas Rabu oleh serangan pesawat tak berawak AS di Afghanistan, kata PBB.

Tiga belas lainnya luka-luka dalam serangan itu. Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) telah menyerukan penyelidikan independen.

“UNAMA menyerukan kepada pemerintah dan pasukan militer internasional agar meluncurkan penyelidikan dengan cepat, independen, tidak memihak, transparan, dan efektif mengenai kejadian ini,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kamis malam.(Best Profit Futures)

Menurut pernyataan itu, semua yang tewas adalah laki-laki, termasuk siswa, guru, dan anggota keluarga yang dianggap “pro-pemerintah”.

Militer AS mengkonfirmasi bahwa serangan udara menghantam target di distrik Achin provinsi Nangarhar dan mengatakan serangan itu ditujukan pada militan ISIS,

dan bahwa mereka masih mengumpulkan informasi tentang laporan korban sipil.

“Kami mengambil setiap langkah yang mungkin untuk menghindari korban sipil dalam operasi ini, dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah

Afghanistan dalam menentukan apakah ada alasan untuk penyelidikan tambahan,” kata militer AS dalam sebuah pernyataan.

Serangan udara terbaru Amerika itu berlangsung sementara para tetua suku dan pejabat sudah memperingatkan bahwa pejuang ISIS telah

kembali dan menguasai kembali beberapa bekas kubu mereka di daerah itu setelah mundur ke

tempat persembunyian di gunung di tengah operasi keamanan yang dilancarkan Afghanistan selama berminggu-minggu.

Sumber : monexnews.com