PT Best Profit Futures Surabaya

Negara terbaik dunia 2016, Indonesia peringkat 42

Best Profit Futures – Indonesia menduduki peringkat 42 dari 60 negara terbaik di dunia tahun ini. Terendah ketimbang lima negara sekawasan.

Yaitu, Singapura menduduki posisi 15, Thailand (21). Kemudian, Malaysia ranking 28, Vietnam (32), dan Filipina (33).

Adapun posisi puncak dipegang Jerman. Diikuti Kanada, United Kingdom, Amerika Serikat, dan Swedia.

Demikian hasil studi terkait negara terbaik dunia tahun ini yang diumumkan pada pertemuan tahunan forum ekonomi dunia (WEF) di Davos, Swiss, kemarin.

Studi tersebut merupakan proyek keroyokan antara U.S. News & World Report, BAV Consulting, dan Wharton School of Business. (Best Profit Futures)

Ketiganya hanya memilih 60 negara sebagai obyek studi. Pemilihannya mengacu pada empat benchmark.

Yaitu, daftar seratus negara dengan produk domestik bruto tertinggi 2013 versi PBB, daftar seratus negara dengan kunjungan turis asing terbanyak 2012 kepunyaan Bank Dunia.(Best Profit Futures)

Lalu, daftar seratus negara dengan aliran investasi asing terbanyak 2013 dari PBB,

daftar 150 negara dengan indeks pembangunan manusia terbaik 2014 milik PBB.

“Negara yang tak ada dalam empat benchmark itu tidak dimasukkan,” demikian dilansir usnews.com.

Jika dikalkulasi, 60 negara terpilih menguasai 90 persen PDB dan 75 persen populasi penduduk dunia.

Adapun survei dilakukan terhadap 16.248 individu di 36 negara tersebar di empat kawasan: Amerika, Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Sementara penilaian dilakukan atas sembilan faktor.

Diantaranya, pengaruh kultur, kewirausahaan, kewarganegaraan, keterbukaan bisnis, kualitas hidup, dan lainnya.(Best Profit Futures)

Jumlah izin bangunan rumah Australia jatuh pada bulan Agustus dari bulan Juli.

Izin untuk membangun atau merenovasi rumah dan apartemen turun 1,8% dari bulan Juli, dan naik 10,1% dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Australia mengatakan Selasa.

Pada bulan Juli izin naik 12% untuk bulanan.

Izin untuk membangun rumah turun 1,3% pada bulan Agustus, sedangkan izin untuk apartemen dan tempat tinggal lainnya turun 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama.

Australia berada di tengah-tengah ;booming™ konstruksi perumahan, yang membantu untuk mendukung pertumbuhan PDB yang kuat. Rekor suku bunga rendah dan jatuhnya angka pengangguran mendasari permintaan pembangunan.(Best Profit Futures)

Laju pembangunan perumahan telah meningkatkan pasokan dalam waktu-waktu sekarang sehingga membantu meredakan kekhawatiran di Reserve Bank of Australia tentang harga rumah, yang naik lebih dari 40% sejak 2012.

Sumber : merdeka.com