PT Best Profit Futures Surabaya

Murah Banget! Mie Ayam di Jember Ini Harganya Rp 1.000/Bungkus | BESTPROFIT

Mie ayam yang dijual warga Jember ini harganya tergolong murah dan dijamin kenyang. Mau coba?

Mie ayam buatan Sahid (42) warga Dusun Krajan, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan ini, dibanderol dengan harga Rp 1.000/bungkus. Sasarannya anak-anak TK dan SD. BEST PROFIT

Menurut Sahid, mie ayam yang dijualnya merupakan salah satu bentuk kepedulian untuk memberi makanan sehat bagi anak-anak SD dan TK. Karena meski dijual dengan harga murah, mie ayam yang dibuat sendiri bersama dengan istrinya itu berbahan alami dan tanpa pengawet buatan.

Ditemui saat menjajakan dagangannya di desa setempat tidak jauh dari rumahnya, Sahid mengaku telah berjualan mie ayam tersebut sejak 3 tahun lalu.

“Saya sengaja jual mie ayam ini seribuan. Karena kalau harganya Rp 2.000 per bungkus atau lebih mahal, susah lakunya. Kan pembelinya anak SD dan TK,” kata Sahid saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/2/2019). PT BESTPROFIT

Biasanya per hari, dirinya dibantu sang istri membuat mie ayam menjadi 70 hingga 80 bungkus kecil. Sebelum berkumandang Adzan Subuh, Sahid mulai memasak mie ayamnya itu.

“Bahannya tepung terigu untuk bahan mienya, kemudian ada acar, cincangan daging ayam, dan sayur sawi yang diolah. Untuk berapa kilonya menakar bahan-bahan itu, rahasia,” katanya dengan tersenyum.

Olahan itu pun sebelum pukul 07.00 WIB sudah siap, dan terbungkus dengan rapi dengan ukuran kecil-kecil. “Setelah siap, saya langsung berangkat keliling jualan. Alhamdulillah biasanya sebelum jam 12 siang sudah habis,” ungkapnya.

Sahid menyampaikan, dirinya menjajakan dagangannya berkeliling sekolah, perkampungan, dan kalau masih belum habis dilanjutkan sampai sore hari ke Tempat Pendidikan Al Quran (TPA) di masjid atau musala setempat. BESTPROFIT

“Kalau tanggal merah ya hanya ke kampung-kampung atau TPA. Alhamdulillah selalu habis. Mungkin karena murah itu,” tukasnya.

Terkadang dirinya pun juga membuat mie ayam untuk pesanan. “Biasanya untuk acara tahlilan, atau arisan. Kalau di sekolah untuk makanan sehat. Karena bahan-bahan mie ayamnya alami dan tidak menggunakan bahan pengawet,” ungkap Sahid.

Sementara Yadi salah satu pelanggan mengaku senang dengan mie ayam buatan Sahid itu. “Lumayan mie ayam bikinan Cak Sahid ini, rasanya enak dan murmer (murah meriah). Seribu rupiah sudah makan mie ayam. Memang isinya tidak banyak, tapi lumayan masih ada jajanan sehat murah,” katanya.

Per bungkus, kata Yadi, isinya cukup untuk mengganjal perut. “Isinya mie, acar ukuran kecil ada 3 biji, lombok sebiji, juga cincangan ayam gitu. Terus sayur sawi potongan kecil, enak banget rasanya,” tandasnya.

Sumber : Detik