PT Best Profit Futures Surabaya

Minyak Turun 1% Terkait Melimpahnya Pasokan Global

Best Profit
Best Profit Futures – Minyak berjangka menetap 1% lebih rendah pada Selasa ini terkait kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan minyak global yang meningkat mengimbangi perkiraan untuk penurunan pasokan mingguan minyak mentah AS.

Harga kehilangan momentum kenaikan di hari sebelumnya karena meredupnya spekulasi bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC)

dan produsen minyak lainnya akan memulai pembicaraan menegani kerjasama harga setelah upaya mereka gagal pada April.(Best Profit Futures)

Minyak mentah Brent menetap 41 sen, atau hampir 1 persen, di $ 44,98 per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 25 sen, atau 0,6%, untuk menetap di level $ 42,77.

Kedua Indeks tersebut reli hampir 3% persen pada sesi sebelumnya, mendapatkan traksi dari rebound akhir pekan lalu setelah WTI turun ke untuk posisi terendah April di bawah $ 40 per barel. (Best Profit Futures)

Sedangkan Ekspor China Stabil Didukung Dengan Pelemahan Yuan

Ekspor China stabil pada bulan lalu, dengan melemahnya mata uang memberikan beberapa dukungan untuk negara perdagangan terbesar di dunia.(Best Profit Futures)

Pengiriman ke luar negeri naik 2,9 % dalam mata uang yuan pada bulan Juli dari tahun sebelumnya, menurut laporan dari administrasi kepabeanan, Senin.

Impor turun 5,7 % untuk menghapus surplus perdagangan senilai 342.8 miliar yuan ($ 51.5 miliar).

Setahun kejutan dari devaluasi China yuan, mata uang yang lebih lemah membantu mencegah peningkatan permintaan global.

Sementara, para pembuat kebijakan China yang meningkatkan dukungan fiskal untuk memacu investasi dan konsumsi di rumah.(Best Profit Futures)

Selain itu Emas Berjangka Membukukan Gain, Mengakhiri Penurunan Dua Sesinya

Harga emas ditutup naik pada Selasa karena melemahnya dolar AS memberikan dorongan untuk logam kuning ini.

Emas Desember naik $ 5,40, atau 0,4%, untuk menetap di level $ 1,346.70 per ona. Gain untuk logam mulia dikarenakan penurunan pada pelemahan dolar sebesar 0,2% terhadap saingan utamanya. Kenaikan emas dengan mengakhiri penurunan dua sesinya untuk logam, setelah data nonfarm-payrolls pada hari Jumat mengakibatkan lonjakan saham, yang dipandang berisiko, dan penurunan sebanyak $23 untuk emas berjangka, di tengah harapan tinggi mengenai kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan nilai greenback, sehingga membuat aset yang dihargakan dalam dolar lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.(Best Profit Futures)

Sumber: MarketWatch