PT Best Profit Futures Surabaya

Minyak Pangkas Gain Terkait Pembicaraan Arab Saudi dan Rusia

Best Profit
Best Profit Futures – Minyak memangkas keuntungan terkait pembicaraan antara Rusia dan Arab Saudi untuk menstabilkan pasar minyak mentah yang turun tipis karena pengurangan produksi

Minyak berjangka naik 1,6 persen di New York, setelah naik sebanyak 4,7 persen sebelum apa yang ditandai sebagai pengumuman yang “signifikan”

oleh Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih di KTT G-20 di China.

Meskipun tidak dibutuhkan adanya pengurangan produksi sekarang, Al-Falih mengatakan ia optimis bahwa pertemuan akhir bulan ini antara produsen di Aljir akan membawa kesepakatan.

Presiden Rusia, Alexander Novak, mengatakan kedua negara sedang mencari cara untuk mengurangi volatilitas pasar minyak. (Best Profit Futures)

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober naik 73 sen ke $ 45,17 per barel di New York Mercantile Exchange sebelum perdagangan dihentikan pada 13:00 siang.

Tidak ada penutupan pada hari Senin ini terkait libur hari buruh. Kontrak naik $ 1,28 ke $ 44,44 pada hari Jumat, kenaikan terbesar sejak 18 Agustus.(Best Profit Futures)

Brent untuk pengiriman November naik 80 sen untuk berakhir di $ 47,63 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange.

Kontrak tersebut naik 3 persen ke $ 46,83 per barel pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 1,84 untuk WTI November.

Sedangkan Dolar Melemah Karena Data Ekonomi Mendukung Penundaan Kenaikan Suku Bunga AS

Dolar melemah terhadap mata uang utama lainnya setelah data ekonomi AS pekan lalu yang mengecewakan dapat mengurangi kesempatan dari kenaikan suku bunga pada bulan September.

Indeks greenback turun setelah dua pekan mengalami kenaikan.

Data payrolls pada Jumat lalu tidak sesuai dengan perkiraan, memicu perlambatan manufaktur secara mengejutkan, membantu menurunkan prospek kenaikan suku bunga

Federal Reserve yang akan dirilis pada pertemuan tanggal 20-21 September ke angka 36 % di pasar berjangka,

dari sebelumnya 42 % pada akhir pekan lalu.(Best Profit Futures)

Sementara itu, Yen rebound dari level satu bulan terendah terkait Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengatakan ada ruang untuk pelonggaran moneter lebih lanjut,

sementara penurunan untuk menentukan setiap inisiatif baru.

Yen terapresiasi 0,5 % ke level 103,40 per dolar pada pukul 4:40 sore waktu London,

setelah turun ke level 104,32 pada hari Jumat, yang merupakan level terendah sejak 29 Juli. Euro sedikit berubah pada level $ 1,1146.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, melemah 0,2 % setelah menguat 1,5 % selama dua minggu terakhir. (Best Profit Futures)

Sumber : Bloomberg