PT Best Profit Futures Surabaya

Minyak Melemah Karena Cadangan Minyak Mentah AS Menambah Oversupply

Best Profit
Best Profit Futures – Minyak turun untuk di perdagangkan di dekat $ 46 per barel sebelum rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan naiknya cadangan minyak mentah,

meningkatkan persediaan yang berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya tiga dekade terakhir.

Minyak berjangka turun sebanyak 0,9 persen di New York setelah naik 0,9 persen pada hari Senin.

Cadangan minyak mentah mungkin meningkat sebesar 4 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan dari Energy Information Administration hari Rabu.

Itu akan menjadi kenaikan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 8 April. (Best Profit Futures)

Minyak telah berfluktuasi sejak reli pada bulan Agustus di tengah spekulasi bahwa OPEC dan Rusia akan menyepakati langkah-langkah untuk menstabilkan pasar pada pertemuannya akhir bulan ini.

Semua solusi adalah mungkin, Menteri Energi Aljazair,

berbicara pada hari Jumat lalu ketika ditanya apakah produsen bisa meningkatkan produksi dalam kerangka pembekuan.

Sebuah kesepakatan untuk membatasi produksi diusulkan pada bulan Februari, tapi pertemuan pada bulan April berakhir tanpa kesepakatan akhir.(Best Profit Futures)

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober kehilangan sebanyak 43 sen menjadi $ 45,86 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 45,92

pada pukul 09:00 pagi di Hong Kong. Kontrak WTI naik 41 sen untuk ditutup di $ 46,29 pada hari Senin. Total volume perdagangan sekitar 60 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman November 29 sen lebih rendah di $ 48,03 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak Brent naik 31 sen menjadi $ 48,32 pada hari Senin. Acuan global untuk pengiriman November lebih besar $ 1,52 dari WTI.

Sedangkan Dolar Pertahankan Penurunan; Pedagang Menimbang Kembali Kenaikan Fed Rate

ndeks dolar mempertahankan penurunan pertama dalam empat hari setelah

Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan ihwal bank sentral untuk menaikkan suku bunga “kurang mendesak.”

Greenback tetap melemah terhadap sebagian besar dari 16 mata uang

utama karena futures berbasis probabilitas dari kenaikan suku bunga AS pada tanggal 21 September turun

menjadi 22 persen pada Senin kemarin dari 30 persen pada akhir pekan lalu. Komentar Brainard Senin kemarin di Chicago merupakan yang terakhir sebelum The Fed memasuki masa tenang,

di mana pejabat menjauhkan diri dari publik untuk berbicara tentang kebijakan moneter dalam persiapan untuk pertemuan kebijakan mereka tanggal 20-21 September.(Best Profit Futures)

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 rekan-rekan, turun 0,1 persen pada pukul 08:56 pagi di Tokyo pada hari Selasa, setelah turun 0,3 persen pada sesi sebelumnya.

Yen sedikit berubah di 101,74 per dolar.(Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg