PT Best Profit Futures Surabaya

Minyak Berjangka Menetap di Sepekan Terendahnya

Best Profit

Minyak Berjangka Menetap di Sepekan Terendahnya

Best Profit Futures – Harga minyak ditutup di level terendahnya dalam sepekan pada hari Rabu, tertekan oleh kenaikan tipis dalam persediaan minyak mentah mingguan AS

dan berita bahwa Arab Saudi melihat produksi minyak mentah naik pada bulan Juli.

Minyak berjnagka WTI September turun $ 1,06 atau 2,5%, untuk menetap di level $ 41,71 per barel di New York Mercantile Exchange.

Itu adalah penutupan terendah sejak 3 Agustus, menurut data FactSet. (Best Profit Futures)

Sedangkan Stok Minyak AS Naik untuk Minggu ke-3, Minyak di dekat Level $43

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 43 di New York setelah laporan pemerintah menunjukkan stok minyak mentah AS secara tak terduga naik untuk minggu ketiga berturut-turut.

Stok minyak mentah meningkat 1,06 juta barel, laporan Energy Information Administration menunjukkan.

Analis yang disurvei oleh Bloomberg menjelang rilis mengharapkan penurunan stok minyak mentah 1,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 5 Agustus.(Best Profit Futures)

West Texas Intermediate untuk pengiriman September naik 56 sen, atau 1,3 persen, ke level $ 43,33 pada pukul 10:31 pagi di New York Mercantile Exchange.

Selain itu Emas dan perak perpanjang kenaikan tengah pekan terkait dolar AS

Emas berjangka mencoba untuk meraih keuntungan beruntun pada hari Rabu, menemukan traksi seiring menurunnya dolar terhadap rival utama nya.(Best Profit Futures)

Perak berjangka, terdorong ke atas oleh permintaan lindung nilai dan dengan penggunaan industri logam putih

bervariasi yang emas tidak dapatkan, membukukan kenaikan yang lebih kuat dari pergerkan sebelumnya.

Pada awal perdagangan pagi di Comex, New York, emas Desember naik $ 12,60, atau 0,9%, ke level $ 1,359.30 per ounce.

Perak berjangka untuk pengiriman September naik 54 sen, atau 2,7%, ke level $ 20,39 per ounce.(Best Profit Futures)

Selain itu U.S. Dollar Index turun 0,7% ke level 95,50.

Harga emas melemah sejak rilis laporan pekerjaan AS Juli yang lebih kuat dari perkiraan pekan lalu

melemahkan harga logam mulia ini dikarenakan meningkatnya harapan untuk kenaikan suku bunga AS pada tahun 2016.

Sejauh ini di bulan ini, emas berjangka turun sekitar 0,8%,

namun secara year-to-date (sepanjang tahun ini sampai hari ini) logam kuning ini melonjak 27%.

Namun, harga logam mulia masoh ditopang oleh ketidakpastian ekonomi global dan taruhan bahwa suku bunga AS dapat tetap di level yang rendah untuk waktu yang lebih lama, beberapa analis berpendapat (Best Profit Futures)

Sumber: MarketWatch