PT Best Profit Futures Surabaya

Minim Perdagangan, Wall Street Tetap Dekati Rekor

BEST PROFIT FUTURES – Indeks Dow dan S&P 500 kembali mengakhiri perdagangan di rekor tertinggi, karena lebih banyak berita yang mengangkat antusiasme untuk belanja saham. Meski demikian, ketakutan akan pelemahan di Wall Street masih berlanjut.

Ini adalah level penutupan tertinggi keempat untuk S&P 500, dan ketiga untuk Dow. Meskipun, keuntungan telah moderat di sebagian besar sesi terakhir dan volume perdagangan yang terjadi lebih sedikit dari sebelumnya.

Aktivitas merger telah mendorong investor untuk membeli beberapa saham. Merck & Co (MRK.N) mengatakan, pihaknya telah sepakat untuk membeli Idenix Pharmaceuticals Inc (IDIX.O) dengan kesepakatan sekira USD3,85 miliar. (Best Profit Futures)

“Setiap hari Senin hampir tampaknya ada kesepakatan baru. Ini menunjukkan bagaimana neraca perusahaan subur, dan itu tentu memicu penguatan di pasar,” kata analis utama di Delta Global Asset Management, Bruce Zaro, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (10/6/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 18,82 poin atau 0,11 persen ke 16.943,10, indeks The S&P 500 (SPX) naik 1,83 poin atau 0,09 persen ke 1.951,27, The Nasdaq Composite (IXIC) menguat 14,84 poin atau 0,34 persen ke 4.336,24.(Best Profit Futures)

The Dow membuat rekor intraday high di 16.970,17, sedangkan S&P 500 menyentuh intraday alltime high di 1.955,55. Indeks Volatilitas CBOE (VIX) rebound setelah jatuh pada hari Jumat ke level terendah sejak Februari 2007.

Indeks kekhawatiran di Wall Street naik 3,9 persen menjadi 11,15. The VIX berada di tengah-tengah dari rata-rata historisnya, yang menyebabkan beberapa analis khawatir karena sinyal pasar tidak sepenuhnya rally.

Data dari BATS Global Markets mencatat hanya 5,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di bawah volume harian rata-rata sebesar 5,75 miliar lembar saham.

(Best Profit Futures)

Indeks kekhawatiran di Wall Street naik 3,9 persen menjadi 11,15. The VIX berada di tengah-tengah dari rata-rata historisnya, yang menyebabkan beberapa analis khawatir karena sinyal pasar tidak sepenuhnya rally.

Data dari BATS Global Markets mencatat hanya 5,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di bawah volume harian rata-rata sebesar 5,75 miliar lembar saham.

Sumber dari http://economy.okezone.com