PT Best Profit Futures Surabaya

Milenial Cenderung Gagal Kelola Duit

BEST PROFIT
BEST PROFIT Generasi milenial cenderung gagal dalam mengelola keuangan karena ketidaktahuan mereka tentang tata cara mengelola keuangan yang baik dan benar. Nah alasan berikutnya adalah sebagai berikut:

Malas Bikin Bujet Bulanan
Memang tidak semua seperti ini, tapi sering kali kita dengar milenial yang males bikin bujet bulanan. Mungkin ini milenial yang masih single alias bujangan, kalau yang sudah berkeluarga beda lagi ceritanya.

Tapi kenapa milenial ini males bikin bujet bulanan? Mungkin lebih dikarenakan kaum milenial yang senang dengan kehidupan yang penuh dengan kebebasan tanpa kekangan. Sementara bujet seperti memenjara keuangan dan dompet mereka. PT BESTPROFIT FUTURES

Well, duit ya duit gue sendiri kenapa juga musti dilarang-larang, begitu mungkin pikiran sebagian milenial.

Padahal esensi dari membuat bujet sebenarnya bukan untuk melarang kita keluar uang, tapi lebih kepada bagaimana kita memantau ke mana saja uang kita pergi alias dipakai. Mengapa demikian? PT BESTPROFIT

Karena banyak orang merasa penghasilan mereka sudah oke tapi kok setiap bulan uangnya selalu habis dan mereka tidak pernah tahu ke mana saja uang tersebut dipakai. So, jadi ingat yaaa ini bukan memenjara dompet kamu.

YOLO Alias Hidup di Masa Kini
Masih berhubungan dengan males bikin bujet bulanan, kebanyakan milenial mikirnya adalah hidup saat ini, karena pola pikir YOLO itu.

YOLO sendiri singkatan dari You Only Lives Once alias Hidup itu Hanya Sekali, so nikmatilah. Akibatnya tidak banyak milenial yang berfikir untuk masa depan, sehingga uang yang ada sekarang lebih banyak dinikmati dengan gonta ganti gadget dan pergi liburan.

Tidak Punya Dana Pensiun
Di atas sudah dibahas kalau milenial ya hidup di masa kini, maka tidak heran kalau mereka belum kepikiran tentang masa pensiun dan mempersiapkan dana pensiun. Saya pribadi banyak diminta untuk mengisi materi di kantor-kantor tentang pentingnya mempersiapkan dana pensiun.

Sementara generasi X yang sudah agak terlambat mempersiapkan dana pensiun dan cukup pasrah dengan dana pensiun yang diberikan dari kantor atau dari BPJS KetenagaKerjaan, sementara generasi milenialnya masih santai-santai saja belum punya dana pensiun.

Padahal banyak dari milenial yang secara penghasilan cukup besar sehingga mereka sebenarnya sudah mampu mencicil untuk dana pensiun mereka. Bahkan karena jarak usia mereka saat ini ke pensiun masih lama sekali, sebenarnya dana pensiun yang harus dicicil dan dipersiapkan setiap bulan tidak terlalu besar bila diinvestasikan.

Tidak Bisa Konsisten
Milenial saat ini dikepung dengan berbagai macam penasaran penjualan produk dan jasa dari mulai penawaran secara konvensional bahkan sampai ke digital. Dengan adanya telepon pintar telah mengubah pola pemasaran dan penawaran produk ke konsumen.

Dahulu kala kalau anda tidak mau boros anda cukup tidak pergi ke mall atau pusat perbelanjaan. Anda tidak mau lihat iklan cukup matikan TV, radio atau tidak baca Koran/majalah. Sekarang beda. Semua itu masuk kedalam genggaman anda didalam telpon pintar anda.

Akibatnya apa? Milenial kesulitan untuk bisa konsisten dalam mengelola keuangan mereka setiap bulan. Rencana yang sudah disusun bisa dengan mudah menjadi berantakan karena anda tergoda belanja secara online dengan potongan diskon sampai 70% dibandingkan belanja secara manual.

Bujukan diskon tiket pesawat dan paket jalan-jalan yang menggiurkan tidak bisa untuk tidak dilewatkan begitu saja. Milenial kemudian tidak bisa konsisten dengan keuangan dan rencana keuangan mereka.

Sumber : Detik